Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Gusi Berdarah Bukan Hal Normal, Kenali 6 Tanda Bahaya yang Sering Diabaikan

Gusi yang sehat sangat penting karena penyakit gusi dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk risiko penyakit jantung

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Gusi Berdarah Bukan Hal Normal, Kenali 6 Tanda Bahaya yang Sering Diabaikan
Pexels
KESEHATAN GIGI MULUT - Foto ilustrasi seseorang periksa gigi di dokter gigi. Gusi yang sehat sangat penting karena penyakit gusi dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk risiko penyakit jantung 
Ringkasan Berita:
  • Gusi yang sehat sangat penting karena penyakit gusi dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk risiko penyakit jantung dan diabetes.
  • Tanda-tanda gusi bermasalah meliputi gusi merah, berdarah, bengkak, menyusut, bau mulut kronis, serta gigi yang goyang atau berubah posisi.
  • Menyikat gigi dengan benar, rutin flossing, dan memeriksakan gigi secara berkala dapat membantu mencegah penyakit gusi.

 

TRIBUNNEWS.COM - Banyak orang mengabaikan kebiasaan membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi (flossing) setiap hari. Padahal, semakin banyak bukti menunjukkan bahwa kesehatan gusi berkaitan erat dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

"Orang sering berpikir bahwa senyum sehat hanya bergantung pada gigi, padahal gusi merupakan fondasi kesehatan mulut," kata dokter gigi Dr. Rhona Eskander.

"Gusi menopang dan melindungi gigi. Ketika gusi meradang dan tidak sehat, dampaknya bisa berupa gigi sensitif, bau mulut, gigi menjadi tidak stabil, bahkan kehilangan gigi pada kasus yang sudah parah."

Mengutip iNews, meski perawatan gigi dan perawatan gusi saling berkaitan, keduanya tidak sepenuhnya sama.

"Saat berbicara tentang gigi, kita biasanya fokus melindungi enamel dan mencegah gigi berlubang. Sedangkan perawatan gusi lebih berfokus pada pengendalian plak dan peradangan di sepanjang garis gusi serta sela-sela gigi, tempat bakteri sering menumpuk," jelasnya.

Menurut Dr. Jenni Rawes dari Ten Dental, penyakit periodontal atau penyakit gusi kini semakin sering dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan lain, termasuk penyakit jantung dan diabetes. Para ilmuwan masih terus mempelajari hubungan tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kesehatan gusi yang buruk juga berarti seseorang akan membutuhkan lebih banyak perawatan gigi di masa depan, dan peluang keberhasilan perawatannya pun lebih rendah. Dari sisi estetika, gusi yang menyusut merupakan salah satu faktor terbesar yang membuat senyum tampak lebih tua," katanya.

Baca juga: Jangan Anggap Remeh Gusi Berdarah, Itu Tanda Awal Gigi Goyang dan Mudah Tanggal, Begini Prosesnya

Penyakit gusi sering kali muncul tanpa gejala yang jelas dan tanpa rasa sakit pada tahap awal.

"Banyak orang mengira masalah serius pasti menimbulkan rasa sakit. Padahal, penyakit gusi tahap awal hingga sedang dapat berkembang dengan sedikit atau bahkan tanpa ketidaknyamanan, sehingga pencegahan menjadi sangat penting," ujar Eskander.

Ia juga menambahkan bahwa gigi yang tampak putih dan rapi belum tentu menandakan kesehatan mulut yang baik.

"Seseorang bisa saja memiliki gigi yang indah tetapi tetap mengalami peradangan gusi."

Penyakit gusi juga tidak hanya terjadi pada orang lanjut usia. Menurut Eskander, kasus gusi meradang juga banyak ditemukan pada orang muda akibat kombinasi faktor seperti stres, kebersihan mulut yang kurang konsisten, pola makan, merokok, dan kemungkinan penggunaan vape.

Pesan pentingnya adalah penyakit gusi tahap awal yang dikenal sebagai gingivitis masih dapat disembuhkan. Namun, ketika berkembang menjadi periodontitis, penanganannya menjadi jauh lebih sulit.

"Jika tidak diobati, kondisi ini dapat menyebabkan gusi menyusut, kehilangan tulang penyangga gigi, gigi goyang, dan akhirnya kehilangan gigi," jelasnya.

Tanda-Tanda Gusi Tidak Sehat

1. Gusi Berwarna Merah

"Gusi yang sehat seharusnya berwarna merah muda pucat," kata Rawes.

Kemerahan yang terus-menerus merupakan tanda klasik adanya peradangan akibat plak atau penyakit gusi. Jika tidak membaik setelah kebersihan mulut ditingkatkan, kondisi ini perlu diperiksakan ke dokter gigi.

2. Gusi Berdarah

"Gusi yang sehat tidak seharusnya berdarah," ujar Eskander.

Meskipun gusi berdarah sangat umum terjadi, bukan berarti kondisi tersebut normal. Biasanya, perdarahan merupakan salah satu tanda awal bahwa gusi mengalami peradangan akibat penumpukan plak dan bakteri.

Penyebab lain bisa berupa menyikat gigi terlalu keras, perubahan hormon, kehamilan, efek obat-obatan tertentu, kekurangan vitamin, atau kondisi medis tertentu.

Ironisnya, banyak orang berhenti menggunakan benang gigi karena gusinya berdarah, padahal justru pembersihan yang lembut dan rutinlah yang dibutuhkan.

Kabar baiknya, dengan flossing yang dilakukan secara konsisten dan hati-hati, perdarahan biasanya berkurang dalam beberapa minggu. Jika tidak membaik, sebaiknya periksakan diri ke dokter gigi.

3. Gusi Bengkak atau Nyeri

"Gusi yang sehat menempel erat pada gigi," kata Rawes.

Gusi yang tampak bengkak menandakan adanya iritasi atau peradangan akibat plak, penyakit gusi, atau kondisi kesehatan lain seperti kekurangan vitamin dan gangguan pencernaan.

Jika nyeri berlangsung terus-menerus atau hanya terfokus pada satu area, pemeriksaan dokter gigi sangat dianjurkan. Tanpa penanganan, kondisi tersebut bisa berkembang hingga memerlukan perawatan saluran akar atau bahkan pencabutan gigi.

4. Gusi Menyusut dan Gigi Menjadi Sensitif

"Salah satu gejala yang tidak boleh diabaikan adalah gusi menyusut, sehingga gigi terlihat lebih panjang atau menjadi lebih sensitif," kata Eskander.

Kondisi ini sangat umum ditemukan dan dapat terjadi pada semua kelompok usia. Penyebabnya antara lain penyakit gusi, kebiasaan menggemeretakkan gigi, atau menyikat gigi terlalu keras.

Ketika gusi menyusut, akar gigi menjadi terbuka. Bagian akar lebih lunak daripada enamel sehingga lebih rentan mengalami keausan, sensitivitas, dan kerusakan gigi.

Meski sebagian penyusutan gusi terjadi secara alami seiring bertambahnya usia, perubahan yang muncul secara tiba-tiba perlu mendapat perhatian.

5. Bau Mulut yang Tidak Kunjung Hilang

"Bau mulut yang terus-menerus dapat menjadi petunjuk penting," kata Eskander.

Jika seseorang rajin menyikat gigi tetapi tetap mengalami bau mulut atau rasa tidak enak di mulut, hal itu bisa menjadi tanda adanya penumpukan bakteri di sekitar gigi, lidah, atau di bawah garis gusi.

Obat kumur mungkin dapat menutupi masalah untuk sementara, tetapi tidak menyelesaikan penyebab utamanya. Dalam beberapa kasus, bau mulut juga bisa berkaitan dengan refluks asam lambung, masalah sinus, atau batu amandel.

6. Perubahan Posisi Gigi atau Gigi Goyang

"Jika gigi terasa goyang, jarak antar gigi berubah, atau gigitan terasa berbeda secara tiba-tiba, jangan menunda untuk mencari bantuan," kata Eskander.

Perubahan tersebut dapat menjadi tanda penyakit gusi yang sudah lanjut, kehilangan tulang penyangga gigi, atau masalah lain yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Cara Menjaga Kesehatan Gusi

Menurut para ahli, teknik menyikat gigi yang benar sangat penting. Menyikat terlalu keras justru dapat merusak jaringan gusi dan mempercepat penyusutan gusi.

Menggunakan sikat gigi berbulu lembut dan menyikat secara perlahan di sepanjang garis gusi jauh lebih efektif dibanding menggosok terlalu kuat.

Flossing juga berperan besar dalam menjaga kesehatan gusi.

"Banyak orang mengira flossing hanya diperlukan saat ada makanan yang tersangkut. Padahal tujuannya adalah menghilangkan bakteri di area yang tidak dapat dijangkau sikat gigi," jelas Eskander.

Selain itu, obat kumur tidak dapat menggantikan fungsi menyikat gigi dan flossing. Obat kumur hanya menjadi pelengkap dalam rutinitas kebersihan mulut.

Pemeriksaan dan pembersihan gigi secara rutin juga sangat penting karena plak yang sudah mengeras menjadi karang gigi tidak bisa dihilangkan sendiri di rumah.

Terakhir, kesehatan gusi tidak hanya dipengaruhi oleh kebiasaan menyikat gigi. Faktor seperti stres, hormon, merokok, penggunaan vape, kualitas tidur, dan dehidrasi juga dapat memengaruhi kondisi gusi.

(*)

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas