Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
Live
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
VS
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
VS
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Kenali Alergi Susu Sapi pada Anak, Gejala Mirip Masuk Angin atau Ruam Biasa

Ruam di kulit, diare berulang, perut kembung, hingga anak yang tiba-tiba menjadi lebih rewel sering kali dianggap sebagai masalah kesehatan biasa

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Kenali Alergi Susu Sapi pada Anak, Gejala Mirip Masuk Angin atau Ruam Biasa
WARTA KOTA/WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
PERAH SUSU SAPI - Potret Pekerja sedang memerah susu sapi yang diternakan di Kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Kamis (24/2/2022). Alergi susu sapi merupakan kondisi yang perlu dikenali sejak dini karena dapat memengaruhi kenyamanan anak, asupan nutrisi, hingga tumbuh kembangnya. 
Memuat video…

Ringkasan Berita:
  • Alergi susu sapi merupakan kondisi yang perlu dikenali sejak dini karena dapat memengaruhi kenyamanan anak hingga tumbuh kembangnya
  • Dokter Molly pun menjelaskan tidak ada satu pendekatan yang bisa diterapkan pada seluruh anak dengan alergi susu sapi
  • Penanganan yang tidak tepat dapat memengaruhi kecukupan asupan nutrisi yang dibutuhkan anak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ruam di kulit, diare berulang, perut kembung, hingga anak yang tiba-tiba menjadi lebih rewel sering kali dianggap sebagai masalah kesehatan biasa.

Padahal, keluhan tersebut bisa menjadi tanda alergi protein susu sapi (APSS) yang kerap tidak disadari orang tua.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Alergi Imunologi dr Molly Dumakuri Oktarina SpA(K) mengatakan alergi susu sapi merupakan kondisi yang perlu dikenali sejak dini karena dapat memengaruhi kenyamanan anak, asupan nutrisi, hingga tumbuh kembangnya.

Menurut dr Molly, setiap anak dapat menunjukkan gejala yang berbeda sehingga penanganannya tidak bisa disamaratakan.

"Setiap anak memiliki kondisi yang berbeda, sehingga pendekatan penanganannya pun tidak bisa disamaratakan," kata dr Molly dalam talkshow kesehatan sambut World Allergy Week 2026, Sarihusada melalui SADAR Alergi Ajak Orang Tua Tangani Alergi Susu Sapi pada Anak dengan Tepat di Jakarta, Minggu (14/6/2026). 

Baca juga: ASI Eksklusif Bisa Cegah Alergi Susu Sapi pada Anak? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Berdasarkan studi dalam Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition (2025), prevalensi global alergi susu sapi berkisar antara 2 persen hingga 7,5 persen. 

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat angka kejadiannya di Indonesia dapat mencapai hingga 7,5 persen.

Sayangnya, gejala alergi susu sapi sering menyerupai kondisi umum lain seperti gangguan pencernaan atau masalah kulit sehingga tidak jarang terlambat dikenali.

Padahal, jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi tersebut dapat mengganggu asupan nutrisi anak pada masa penting pertumbuhan dan perkembangan.

Penanganan Alergi Susu

Dokter Molly pun menjelaskan tidak ada satu pendekatan yang bisa diterapkan pada seluruh anak dengan alergi susu sapi.

Kondisi setiap anak berbeda sehingga terapi yang diberikan harus disesuaikan berdasarkan hasil evaluasi medis.

"Setiap anak memiliki kondisi yang berbeda, sehingga pendekatan penanganannya pun tidak bisa disamaratakan," jelas dr Molly.

Baca juga: Serupa Tapi Tak Sama, Kenali Gejala Anak yang Alergi Susu Sapi dan Intoleran Laktosa

Ia menegaskan bahwa ASI tetap merupakan nutrisi terbaik, termasuk bagi anak yang mengalami alergi protein susu sapi.

Namun dalam kondisi tertentu, ibu perlu menghindari konsumsi susu sapi dan produk turunannya sebagai bagian dari penanganan.

Sementara pada anak yang membutuhkan asupan tambahan karena indikasi medis tertentu, pemilihan formula harus dilakukan berdasarkan rekomendasi dokter anak.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas