Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Hunian Sementara di Poboya, Palu, Dikonsep Rumah Tradisional Berbahan Bambu dan Rumbia

Hunian sementara di depan Markas Perintis Polda Sulteng, Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore, Palu memiliki konsep yang unik dan ramah lingkungan

Hunian Sementara di Poboya, Palu, Dikonsep Rumah Tradisional Berbahan Bambu dan Rumbia
TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
Huntara ramah lingkungan di Kelurahan Poboya, Sabtu (3/8/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, PALU - Hunian sementara (huntara) di depan Markas Perintis Polda Sulteng, Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore, Palu, Sulawesi Tengah memiliki konsep yang unik dan ramah lingkungan.

Huntara yang ditinggal 12 kepala keluarga itu dibuat dengan bahan utama bambu dan daun rumbia.

Selain itu, huntara dibangun dengan desain rumah tradisional Palu.

Lokasi huntara yang dibangun atas inisiatif Yayasan KUN itu, berada di depan Markas Perintis Polda Sulteng, bisa ditempuh dari Jalan Lagarutu di Kelurahan Talise Valangguni.

Konsep huntara itu terbilang unik dan ramah lingkungan, karena terbuat dari bahan bambu dan daun rumbia.

Bentuk bangunannya pun menyerupai rumah khas suku Kaili, yang disebut soki-soki.

"Kami sudah ada sekitar 3 minggu tinggal di sini, sebagian ada yang baru beberapa hari tinggal," jelas satu di antara warga yang tinggal di huntara, Aida, saat ditemui TribunPalu.com, Sabtu (3/8/2019).

Halaman selanjutnya

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Imam Saputro
Sumber: Tribun Palu
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas