Tahun 2019 Kemnaker Siap Bangun 1000 BLK Komunitas Berbasis Pesantren
BLK Komunitas berbasis pesantren ini bertujuan agar Indonesia punya SDM terampil dan berkualitas dengan jumlah memadai dan pesebaran di daerah relati
Editor: Content Writer
Dalam rangka menjalankan kebijakan Presiden Joko Widodo untuk menjadikan tahun 2019 sebagai tahun pengembangan SDM Indonesia melalui pendidikan dan pelatihan, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggelar acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Balai Latihan Kerja Komunitas 2019, di hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (20/2/2019).
Acara yang berlangsung dari tanggal 19-21 Februari 2019 ini merupakan tahap pertama dari pelaksanaan pendirian 1000 Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas berbasis pesantren di seluruh Indonesia, yang dibagi menjadi dua tahap.
Pada tahap pertama ini, 500 pesantren yang telah terverifikasi memenuhi persyaratan akan menerima bantuan BLK Komunitas. Sedangkan 500 pesantren lainnya akan dilaksanakan pada bulan Maret 2019.
Menurut Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri BLK Komunitas berbasis pesantren ini bertujuan agar Indonesia punya SDM terampil dan berkualitas dengan jumlah memadai dan pesebaran di daerah relatif merata.
Dengan SDM berkualitas dan berdaya saing, Indonesia bisa maju menjadi negara dengan ekonomi terbesar keempat di dunia sebagaimana diprediksi oleh sejumlah lembaga survei.
“Salah satu penyebab kemiskinan adalah ketimpangan skill atau keterampilan. Kenapa orang miskin karena pendapatannya rendah. Kenapa pendapatannya rendah karena pekerjaannya tidak berkualitas. Kenapa pekerjaan tidak berkualitas, itu karena keterampilan rendah, karena skill tidak punya. Itulah kenapa pemerintah Presiden Joko Widodo menggenjot pendidikan dan pelatihan vokasi, salah satunya lewat pendirian BLK Komunitas berbasis pesantren ini,” ujar Hanif Dhakiri dalam sambutannya pada Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Balai Latihan Kerja Komunitas 2019, di hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (20/2/2019).
BLK Komunitas di pesantren adalah program pemerintah untuk melengkapi soft skill dan pendidikan karakter yang ada di pesantren dengan tambahan keterampilan atau hard skill.
Dengan hadirnya BLK Komunitas di pesantren, santri dan masyarakat di sekitar pesantren memiliki akses pelatihan kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja lokal.
Menurut Hanif Dhakiri program 1000 BLK Komunitas ini bukanlah yang pertama dilaksanakan pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan.
“Pada tahun 2017 lalu Kemnaker telah membangun 50 BLK pesantren sebagai rintisan. Tahun 2018 naik menjadi 75 BLK Pesantren. Dan syukurnya pada tahun 2019, sesuai arahan presiden jumlah BLK yang akan dibangun naik berkali-kali lipat hingga 1000 BLK Komunitas Pesantren dengan anggaran total sebesar 1 triliun rupiah,” ujar Hanif Dhakiri.
Adapun pilihan kejuruan BLK Komunitas meliputi sembilan kejuruan yakni kejuruan teknik otomotif sepeda motor, kejuruan teknik las, pengolahan hasil pertanian, pengolahan hasil perikanan, kejuruan perkayuan atau woodworking, kejuruan teknologi informasi dan komunikasi, kejuruan menjahit atau fashion, kejuruan teknik pendingin/refrigeration atu teknik listrik, kejuruan industri kreatif, dan kejuruan bahasa.
“Selama dua tahun Kemnaker akan melakukan pembinaan terhadap BLK komunitas pesantren ini dan memfasilitasi mereka membangun jejaring di dunia usaha dan di dunia industri,” Hanif Dhakari.
Presiden Joko Widodo yang turut hadir dalam acara ini menyampaikan jika pembangunan 1000 BLK Komunitas berbasis pesantren ini hanyalah awal.
“Tadi saya sampaikan kepada pak menteri, 1000 itu jumlah yang sedikit. Tahun depan 3000 minimal kita bangun. Karena jumlah pondok pesantren kita ini 29 ribu di seluruh tanah air. Kalau cuma 1000 setiap tahun nanti baru 29 tahun semuanya bisa rampung. Jadi nantinya tiap tahun akan kita lipat gandakan lagi jumlahnya sehingga rampung lebih cepat,” ujar Presiden Joko Widodo.
Presiden Jokowi pun mengungkapkan jika alasannya melakukan hal ini agar nanti Indonesia bisa memanfaatkan secara baik bonus demografi pada tahun 2025-2030.
“Ini bisa merupakan keuntungan bagi kita untuk bersaing dengan negara-negara lain tapi jika kita tak bisa mengelola ini bisa menjadi masalah besar bagi kita,” ujar Presiden Joko Widodo.
Oleh sebab itu mulai sekarang, tambah Joko Widodo, kita harus siap-siap menyongsong bonus demografi.
“Nantinya kita akan banyak memiliki anak-anak muda yang produktif. Tapi jangan sampai yang produktif ini tidak memiliki keterampilan, tak memiliki kualifikasi yang baik. Itu tujuan dari BLK komunitas ini,” ujar Joko Widodo.
Menurut Presiden Joko Widodo, pesantren dianggap sebagai cara yang lebih efektif untuk mendongkrak angkatan kerja di Indonesia.
“Kenapa di pesantren? Karena saya lihat ini lebih efektif untuk mendongkrak angkatan kerja yang terampil dan berkualitas,” ujar Presiden Joko Widodo. (*)