Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Sudah Ditebak! Devisa Pariwisata Indonesia Melesat Tinggi

evisa yang disumbangkan dari sektor pariwisata Indonesia tahun 2018 tembus USD 19.29 Miliar. Hampir saja menembus target USD 20 Miliar.

Sudah Ditebak! Devisa Pariwisata Indonesia Melesat Tinggi
dok. Kemenpar

Didin tidak merasa kaget, karena dia sudah malang melintang di industri pariwisata sejak lama. “Lebih dari 50 tahun, saya bisnis di pariwisata, dan 4-5 tahun terakhir memang dahsyat,” papar Didien.

Didien mengatakan, perkembangan pariwisata ditunjukan oleh kontribusi dalam PDB, jumlah wisatawan mancanegara, jumlah wisatawan nusantara, dan nilai penerimaan devisa.

Kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB tahun 2018 mencapai 4,50 persen, dan tahun 2019 mencapai 4,80 persen.

“Peningkatan kontribusi ini utamanya didorong oleh meningkatnya jumlah kunjungan wisman, wisnus dan investasi, terutama di 10 destinasi prioritas,” ujar Didien.

Dalam peluncuran Hari Belanja Diskon Indonesia (HBDI) 2019 yang berlangsung di Senayan City Jakarta, Kamis (15/8), Presiden Jokowi juga menegaskan bahwa cakupan pasar Indonesia besar sekali.

Tugas para pengusaha lokal pemilik merk-merk lokal inilah yang harus mengisi pasar dalam negeri. Sehingga ketika barang luar negeri akan masuk, tidak bisa lagi menampung karena semua sudah penuh.

“Kami mendorong ruang-ruang strategis di pusat-pusat perbelanjaan diberikan ke merk-merk lokal. Jadi, bukan hanya merk luar negeri saja yang mengisi tempat strategis. Jangan biarkan pasar lokal dikuasai asing. Hati-hati, karena neraca perdagangan masih defisit. Kita harus meningkatkan kecintaan kita pada produk-produk dalam negeri,” ingatnya.

Presiden juga mendorong produk-produk Indonesia yang sudah bagus untuk dilakukan seleksi dan quality control. Merk-merk Indonesia harus berani bersaing di luar negeri. Pasarkan di mal-mal terbesar dunia. Seperti di Dubai, Malaysia, Singapura, dan lain-lain.

“Di sisi lain, sudah saatnya brand-brand kecil dan menengah bergabung bersama melakukan penetrasi ke pasar luar negeri,” tegasnya.(*)

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Content Writer
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas