Perlu Komitmen Global Terkait Pertukaran dan Pemulangan ABK di Tengah Pandemi Covid-19
Indonesia kembali menegaskan komitmen dan dukungan pemerintah Indonesia terhadap kebijakan pertukaran Anak Buah Kapal (ABK) selama pandemi Covid-19.
Editor: Content Writer
Ia menjelaskan, apabila terjadi keadaan darurat medis /kesehatan yang dialami oleh awak kapal asing saat kapal sedang di pelabuhan, maka awak kapal asing tersebut dapat turun dari kapal setelah terlebih dahulu mendapat izin dari Satgas Covid-19 di wilayahnya masing-masing untuk perawatan medis darurat dan atau segera dirujuk /dibawa ke rumah sakit.
Indonesia juga telah memfasilitasi pemulangan kapal asing dan pergantian awak kapal di beberapa pelabuhan (Pulau Galang, Pulau Nipah, Tg. Balai Karimun, Tg. Priok-Jakarta dan Benoa-Bali).
Pemulangan awak kapal asing tersebut tetap menerapkan prosedur nasional dan protokol kesehatan WHO, berkoordinasi dengan pemilik kapal, prinsipal dan/atau agen.
Pemilik kapal atau prinsipal harus menyerahkan surat komitmen terkait kepatuhan terhadap standar pemeriksaan uji Covid-19 dan ketentuan karantina.
Antoni mengusulkan jika kegiatan pergantian dan pemulangan ABK ini menjadi kewajiban bagi negara anggota, maka perlu adanya beberapa kesepakatan bersama antarnegara.
“Terlebih lagi karena peraturan atau ketentuan di masing-masing negara berbeda,” tutupnya.(*)