Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

KKP Optimalisasi Potensi Indonesia Timur Lewat Budidaya Rumput Laut

Melalui Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon, KKP mengeksplorasi potensi pengembangan  rumput laut hingga ke ujung timur Indonesia.

KKP Optimalisasi Potensi Indonesia Timur Lewat Budidaya Rumput Laut
kkp.go.id
Budidaya Rumput Laut di Biak Numfor, Papua, Rabu (31/3/2021). 

TRIBUNNEWS.COM – Prospek pengembangan budidaya komoditas rumput laut terus digenjot oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) karena tingkat pemanfaatannya yang semakin luas serta memenuhi permintaan industri seperti produk kosmetik, farmasi hingga pangan.

Melalui Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon, KKP mengeksplorasi potensi pengembangan  rumput laut hingga ke ujung timur Indonesia, tepatnya di Kabupaten Kepulauan Yapen dan Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto menjelaskan bahwa kebutuhan rumput laut sebagai bahan dasar dalam berbagai industri menjadikan komoditas ini sebagai salah satu andalan dalam kegiatan budidaya.

“KKP terus berusaha meningkatkan performa bibit rumput laut hasil budidaya dengan melakukan berbagai upaya menciptakan inovasi guna menghasilkan bibit rumput laut berkualitas yang menunjang produksi rumput laut nasional,” ujar Slamet, Rabu (31/3/2021).

Slamet mengatakan bahwa rumput laut sebagai salah satu komoditas unggulan mempunyai prospek pasar yang cukup luas baik di dalam negeri maupun sebagai komoditas ekspor, bahkan memiliki kontribusi yang besar terhadap nilai ekspor nasional.

“Dengan penerapan teknologi yang cukup sederhana dan dapat dilakukan di banyak lokasi di Indonesia, kegiatan budidaya rumput laut berpotensi menyerap tenaga kerja hingga memberdayakan masyarakat pesisir,” lanjut Slamet.

Slamet juga menyampaikan bahwa arah pengembangan kawasan budidaya rumput laut akan mengoptimalkan lahan-lahan potensial yang ada di Indonesia Timur. “Akan kita bangun kampung rumput laut yang menerapkan teknologi ramah lingkungan agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkesinambungan,” pungkasnya.

Menyambung apa yang dikatakan oleh Slamet, Kepala BPBL Ambon, Nur Muflich Juniyanto mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan peninjauan dan identifikasi langsung guna memastikan prospek usaha budidaya rumput laut di Papua layak untuk dikembangkan sebagai kawasan budidaya rumput laut. Ia juga menilai bahwa dukungan yang kuat dan konkret dari pemangku kebijakan di wilayah tersebut serta partisipasi masyarakat pembudidaya sebagai target kegiatan memberikan harapan akan kemajuan kawasan rumput laut di Papua pada masa mendatang.

“Sebagai unit pelaksana teknis, kami juga terus berupaya untuk meningkatkan produksi serta ketersediaan bibit rumput laut diantaranya melalui kegiatan kerekayasaan untuk menciptakan inovasi dan terobosan teknologi adaptif, penambahan lokasi dan jumlah bibit di beberapa kebun bibit yang saat ini kami miliki serta memperbanyak jumlah mikropropagul dan plantlet rumput laut kultur jaringan sebagai titik awal dari seluruh rangkaian proses produksi,” terang Anto.

Anto juga mengatakan bahwa BPBL Ambon secara rutin menjalin komunikasi dengan penerima bantuan yang telah disalurkan guna memastikan keberlanjutan produksi dan ketersediaan bibit rumput laut di wilayah sekitarnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Content Writer
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas