Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Dirjen Hubla: Aktivitas Pelayaran Berjalan Aman, Lancar dan Terkendali

Penutupan dilakukan secara virtual dan dihadiri oleh UPT dan seluruh instansi terkait pada Senin, 31 Mei 2021.

Dirjen Hubla: Aktivitas Pelayaran Berjalan Aman, Lancar dan Terkendali
dok. Kemenhub
Penutupan Pos Koordinasi (Posko) Pengendalian Transportasi Laut Selama Masa Idul Fitri Tahun 2021 (1442 Hijriah) yang dilakukan secara virtual dan dihadiri oleh UPT dan seluruh instansi terkait, Senin (31/5/2021). 

Selanjutnya, dengan berakhirnya Pos Koordinasi (Posko) Pengendalian Transportasi Laut Selama Masa Idul Fitri Tahun 2021 (1442 Hijriah) ini, Dirjen Agus meminta kepada masing-masing Kepala Kantor dan UPT untuk segera melakukan penyempurnaan analisis dan evaluasi penyelenggaraan Pos Koordinasi (Posko) Pengendalian Transportasi Laut Selama Masa Idul Fitri Tahun 2021 (1442 Hijriah) sekaligus mencari upaya dan terobosan baru guna peningkatan pelayanan dan mengantisipasi Angkutan Laut Idul Adha, Nataru mendatang

"Dan saya intruksikan agar disiplin dalam melakukan penginputan data Angkutan Laut melalui Aplikasi Siasati. Data ini sangat penting karena keakuratan data akan menjadi acuan dalam pengambilan keputusan," tutupnya.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut (Dirlala), Capt. Antoni Arif Priadi mengatakan pola pergerakan penumpang mudik mengalami perubahan akibat adanya pandemi Covid-19. Sehingga realisasi tahun 2020 menurun 90,69 persen dibanding sebelum adanya pandemi yakni tahun 2019.

"Berdasarkan realisasi penyelnggaraan transportasi laut tahun 2021 terlihat bahwa puncak arus mudik terjadi pada tanggal 4 Mei 2021 sebanyak 18.235 penumpang," kata Dirlala.

Puncak arus balik pertama terjadi pada tanggal 19 Mei 2021 sebanyak 22.002 penumpang. Puncak arus balik berikutnya 22 Mei 2021 dengan jumlah penumpang 23.152 orang.

"Ada 10 pelabuhan dengan jumlah penumpang tertinggi sampai dengan 29 Mei ini, yaitu Ternate, Tanjung Buton, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Pinang, Batam, Tanjung Perak, Baubau, Kendari, Tarakan, dan Ambon," ungkapnya.

Sebagai informasi, jumlah penumpang di masa peniadaan mudik mengalami penurunan cukup siginifikan dibandingkan dengan hari biasa sebelum masa peniadaan mudik (1 April s.d 21 April 2021) dan dengan masa pengetatan pra peniadaan mudik (22 April s.d 5 Mei 2021).

Tercatat rata-rata harian pergerakan penumpang laut pada masa peniadaan mudik sebanyak 7.223 penumpang per hari. Jumlah ini menurun 14,61 persen jika dibandingkan dengan rata-rata harian penumpang pada hari biasa sebelum masa peniadaan mudik sebanyak 8.459 penumpang per hari.

Jumlah ini juga menurun 17,37 persen jika dibandingkan dengan rata-rata harian penumpang pada masa pengetatan pra peniadaan mudik sebanyak 9.228 penumpang per hari. (*)

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas