Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kembangkan Kawasan Budidaya Air Tawar, POKDAKAN Kab. Pasaman Raih Omzet Miliaran

Salah satu target utama KKP di antaranya adalah mendorong produktivitas perikanan budidaya berkelanjutan melalui kampung-kampung perikanan budidaya

Kembangkan Kawasan Budidaya Air Tawar, POKDAKAN Kab. Pasaman Raih Omzet Miliaran
KKP RI
Budidaya Air Tawar 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Plt. Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Tb Haeru Rahayu, menuturkan potensi budidaya ikan air tawar di Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat sangat besar. Oleh karenanya, daerah tersebut diharapkan nantinya bisa menjadi salah satu daerah percontohan kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal di Sumatera Barat. Hal ini sesuai dengan apa yang sering disampaikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono yang menginginkan target utama KKP di antaranya adalah mendorong produktivitas perikanan budidaya berkelanjutan melalui kampung-kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal.

“Produksi perikanan budidaya harus terus kita kembangkan, guna memenuhi kebutuhan pangan dan menggerakkan ekonomi nasional. Untuk itu, penting adanya pengembangan program-program yang sesuai untuk daerah. Salah satunya, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat ini pada tahun 2020, volume produksi mampu mencapai sekitar 54,5 ribu ton dengan nilai sekitar Rp1 triliun," tutur Tb Haeru Rahayu, seperti pada keterangannya di Jakarta, Kamis (10/6/2021).

Tebe mengungkapkan, Menteri Trenggono saat kunjungannya kesana beberapa waktu lalu sangat tertarik dengan geliat budidaya ikan air tawar seperti di Nagari Lansek Kadok, Kecamatan Rao Selatan, Pasaman, Sumatera Barat. Di kolam raksasa milik Kelompok Saiyo Saolo dengan jumlah kolam sebanyak 18 kolam, komoditas ikan budidayanya adalah ikan mas, produktivitasnya mencapai 10 ton per kolam per siklus. Dalam 1 siklus bisa menghasilkan Rp4,7 miliar dengan 3 kali panen dalam 1 tahun sehingga bisa diperoleh sekitar Rp15 miliar. “Potensi ini bisa lebih besar jika terus dikembangkan. Oleh karenanya, diharapkan selalu berupaya keras untuk terus mengembangkan potensi yang ada disana. Nantinya melalui kampung-kampung perikanan budidaya di Kabupaten Pasaman, diharapkan juga akan memberikan dampak positif terhadap pendapatan masyarakat,” ungkapnya.

Disamping itu, selain produksi, margin atau keuntungan di level pembudidaya tersebut juga dapat ditingkatkan lagi, caranya dengan Gerakan Pakan Ikan Mandiri (Gerpari). Untuk itu, KKP terus mendorong penggunaan dan produksi pakan ikan mandiri disana. ”Jika produksi bisa naik, cost produksi kita turunkan, tentu margin buat pembudidaya bisa lebih besar. Itu yang sama-sama kita inginkan," ujarnya.

Pasalnya, seperti diketahui, pakan menjadi sebagai salah satu komponen terpenting dalam kegiatan usaha budidaya ikan. Oleh karenanya, produksi pakan ikan selalu menjadi salah satu program prioritas KKP untuk mendukung peningkatan produksi serta keberlanjutan usaha budidaya di masyarakat. “Pengembangan pakan ikan mandiri menjadi salah satu solusi dari Pemerintah dalam menjawab permasalahan tingginya biaya produksi khususnya biaya untuk memenuhi kebutuhan pakan ikan,” ujarnya lagi.

Apalagi, Indonesia kaya akan bahan baku lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ikan. Seperti pemanfaatan tanaman Leguminosa atau dikenal dengan Indigofera. Beberapa referensi menyebutkan, Indigofera mengandung protein nabati sekitar 28,59%, serta beberapa kandungan nutrien lainnya yang bagus untuk pertumbuhan ikan. “Kita harapkan bahwa program ini akan bermunculan atau ke depannya tercipta pakan-pakan mandiri yang didalam pembuatannya menggunakan bahan baku lokal,” katanya.

Ditambah lagi, pandemi Covid-19 yang belum kunjung usai, KKP mengajak seluruh pembudidaya agar mampu berbudidaya ikan secara mandiri, agar produktivitas perikanan nasional, khususnya perikanan budidaya terus meningkat. Jika para pembudidaya sudah mandiri, meski pada kondisi apapun, produksi budidaya tidak akan pernah terganggu. Selain pakan, program bantuan calon induk ikan juga merupakan program prioritas nasional KKP dengan harapan Pemerintah dapat menjamin kualitas benih yang beredar di masyarakat. “Cost tertinggi di usaha budidaya ikan pada pakan, lalu benih, jika pembudidaya mampu mandiri memproduksi itu semua, pembudidaya bisa untung lebih besar. Ini juga sesuai dengan harapan kami agar kesejahteraan para pembudidaya ikan ikut terus naik,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Pasaman, Benny Utama, mengucapkan banyak terima kasih atas apa yang sudah diberikan KKP untuk daerahnya. “Saya mewakili pembudidaya dan masyarakat Pasaman mengucapkan banyak terimakasih atas kepedulian pemerintah pusat dalam hal ini KKP pada daerah kami,” ucapnya.

Karena memang menurut Bupati Benny, ketersediaan pakan ikan yang murah dan mudah, sangat diharapkan pembudidaya ikan di Kabupaten Pasaman. Bimbingan dalam produksi pakan mandiri dari KKP melalui Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Sungai Gelam sangat dibutuhkan. ”Dengan pakan ikan mandiri, kami yakin dan optimis usaha budidaya ikan air tawar akan terus lebih maju dan berkembang, dan secara langsung akan terus lebih mensejahterakan masyarakat perikanan Pasaman,” ujarnya.

Sedangkan, Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Sungai Gelam, Boyun Handoyo, mengatakan beberapa sentra perikanan budidaya di Sumatera Barat memiliki potensi menjadi kampung ikan budidaya. Tentunya komoditasnya harus berbasis kearifan lokal, seperti ikan mas dan nila dan beberapa komoditas lainnya.

Halaman
12
Editor: Content Writer
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas