Tribun

Ketua MPR RI Bamsoet Apresiasi Penyelenggaraan BRAVE Combat Federation ke-66 di Bali

Bamsoet mengapresiasi kembalinya dipercaya Indonesia menjadi tuan rumah acara BRAVE Combat Federation ke-66

Editor: Content Writer
zoom-in Ketua MPR RI Bamsoet Apresiasi Penyelenggaraan BRAVE Combat Federation ke-66 di Bali
dok. MPR RI
Bamsoet usai menyaksikan BRAVE Combat Federation ke-66 di Bali, Sabtu malam (26/11/22). 

TRIBUNNEWS.COM - Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo mengapresiasi kembalinya dipercaya Indonesia menjadi tuan rumah acara BRAVE Combat Federation ke-66 yang diselenggarakannya di Bali, tanggal 26 November 2022. Sebelumnya, Indonesia telah sukses menggelar BRAVE Combat Federation ke-12 yang telah dilangsungkan di Kota Jakarta pada tahun 2018 lalu.

"Kita patut berbangga Indonesia kembali di percaya BRAVE Combat Federation menjadi tuan rumah di kawasan Asia Tenggara. Penyelenggaraan event ini menjadi momentum baik untuk membangun ekosistem baru Mixed Martial Arts (MMA) Tanah Air yang lebih segar, yang memberi lebih banyak kesempatan bagi petarung MMA nasional untuk terus berkiprah, dan menjadi juara di berbagai kompetisi ditingkat internasional," ujar Bamsoet usai menyaksikan BRAVE Combat Federation ke-66 di Bali, Sabtu malam (26/11/22).

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, BRAVE Combat Federation ke- 66 diikuti 20 atlet MMA dari 10 negara. Negara tersebut yakni Indonesia, Kazakhstan, Bahrain, Afrika Selatan, Korea Selatan, Australia, Perancis, India, Filipina dan Singapura.

"Acara utama BRAVE Combat Federation ke-66 dalam kelas 185 pon menampilkan peringkat kedua kelas menengah BRAVE Combat Federation, Chad Hanekom dari Afrika Selatan menghadapi In Jae La dari Korea Selatan. Selain itu, salah satu pemain top BRAVE Combat Federation kelas 125 pon, Asu Almabaev dari Kazakhstan akan menghadapi debutan BRAVE Combat Federation, Kenneth Maningat dari Filipina," kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini memaparkan, Brave Combat Federation awalnya diinisiasi oleh anggota Keluarga Kerajaan Bahrain, Yang Mulia Shaikh Khalid bin Hamad Al Khalifa pada 2016. Ia bercita-cita mengembangkan properti olahraga berskala global yang mampu menyatukan bangsa.

Seiring dengan berjalannya waktu, Brave Combat Federation bertransformasi menjadi salah satu pemegang pangsa pasar MMA terbesar di Asia. Sekaligus organisasi seni bela diri campuran termasyhur di kawasan Timur Tengah.

"Brave Combat Federation sebagai organisasi yang konsisten mempromosikan Mixed Martial Arts perlu mendapat dukungan untuk menjadi wadah bagi perkembangan petarung-petarung Tanah Air. Penyelenggaraan Brave Combat Federation 66 di Indonesia, diharapkan mampu membantu mengembangkan MMA di Indonesia serta membawa olahraga tersebut melangkah ke jenjang lebih tinggi," pungkas Bamsoet. (*)

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas