Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Eddy Soeparno: Indonesia Layak Menjadi Global Climate Change Leader

Wakil Ketua MPR, Eddy Soeparno mengungkapkan Indonesia berpotensi menjadi global climate change leader untuk mencegah dampak krisis iklim.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Content Writer
zoom-in Eddy Soeparno: Indonesia Layak Menjadi Global Climate Change Leader
dok. MPR RI
CLIMATE CHANGE LEADER - Wakil Ketua MPR, Eddy Soeparno menjadi narasumber Event Katadata SAFE (Sustainable Action fo the Future Economy) 2025 dengan tema “Road to COP30: Elevating Indonesia’s Leadership in Global Climate Action” Flagship di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (11/09/2025). 

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno mengungkapkan Indonesia mempunyai potensi untuk menjadi global climate change leader atau mengambil inisiatif kepemimpinan global untuk mencegah dampak krisis iklim. 

Hal ini disampaikan Eddy saat menjadi narasumber Event Katadata SAFE (Sustainable Action fo the Future Economy) 2025 dengan tema “Road to COP30: Elevating Indonesia’s Leadership in Global Climate Action” Flagship  di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (11/09/2025).

Doktor Ilmu Politik UI ini menyebutkan Indonesia bisa menjadi global climate change leader karena memiliki semua potensi mulai dari sumber energi terbarukan, hutan tropis dan kekayaan sumber daya alam maupun energi terbarukan yang berlimpah. 

“Kita bisa memberikan bukti upaya sungguh-sungguh yang dilakukan Indonesia untuk membangun energi terbarukan. Kita akan membangun sumber energi terbarukan sebesar 69,5 gigawatt, dan 75 persen di antaranya adalah sumber energi terbarukan,” jelasnya. 

Eddy juga menyampaikan, strategi diplomasi Presiden Prabowo telah menempatkan Indonesia dalam posisi strategis dalam geopolitik global. 

"Posisi Indonesia yang saat ini strategis baik di BRICS maupun di negara-negara G20 menjadi modal penting untuk menjadi global climate change leader," lanjutnya. 

Baca juga: Soroti Banjir di Bali, Eddy Soeparno: Dampak Krisis Iklim Makin Nyata

Selain itu, lanjut Waketum PAN ini, Biodiversity Indonesia merupakan aset yang besar. Indonesia memiliki hutan tropis dengan luas sekitar 127 juta hektar, lahan gambut 7,5 juta hektar, mangrove seluas 3,3 juta hektar.

Rekomendasi Untuk Anda

Ditambah lagi Indonesia juga memiliki poteni Carbon Capture Storage (CCS) yang sangat besar. 

“(Potensi) Ini harus kita tampilkan. Kapan showcase terbaik? Yaitu pada saat penyelenggaraan COP30 di Belem, Brazil November mendatang,” katanya. 

“Belem adalah pintu masuk menuju hutan Amazon. Di sisi lain Hutan tropis Indonesia memiliki potensi yang juga besar dalam mencegah dampak perubahan iklim dan ini perlu kita angkat pada COP30,” tuturnya.

Eddy menambahkan untuk menjadi global leader dalam krisis iklim, Indonesia harus memiliki agenda setting dan memberikan contoh yang nyata.

Salah satu contoh yang bisa diberikan adalah upaya Indonesia untuk menanggulangi krisis sampah.

Eddy menjelaskan, setiap tahun Indonesia memproduksi 56 juta ton sampah. Dari jumlah itu 40 persen bisa dikelola, sedangkan sisanya 60 persen tidak terkelola, di antaranya ada di ruang publik seperti bantaran kali dan lokasi-lokasi milik masyarakat lainnya. 

“Upaya yang saat ini dilakukan pemerintah dan saya juga terlibat di dalamnya adalah memfasilitasi pemerintah daerah mengatasi masalah sampah, mendorong revisi UU Pengelolaan Sampah, dan Menyusun revisi dan integrasi Perpres tentang sampah menjadi energi atau Waste to Energy. Jika ini berhasil maka bisa menjadi contoh bagi negara-negara lain untuk mengikuti upaya Indonesia mengatasi masalah sampah," tutupnya.

Baca juga: Eddy Soeparno Dorong Anak Muda Dukung Kepemimpinan Prabowo dalam Hadapi Krisis Iklim

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas