Beasiswa Patriot, Strategi Transformasi Transmigrasi lewat Penguatan SDM Unggul
Kementerian Transmigrasi menyiapkan Beasiswa Patriot sebagai strategi penguatan SDM unggul di kawasan transmigrasi.
Editor:
Content Writer
TRIBUNNEWS.COM – Kementerian Transmigrasi menargetkan peluncuran program Beasiswa Patriot dan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Jilid II sebagai langkah strategis dalam pengembangan sumber daya manusia unggul yang akan ditugaskan langsung ke kawasan transmigrasi. Program Beasiswa Patriot dirancang untuk mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi melalui penguatan kapasitas akademik, karakter, serta kepemimpinan generasi muda.
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan bahwa Beasiswa Patriot tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga bertujuan membentuk sumber daya manusia yang tangguh secara mental, fisik, dan sosial, serta memiliki kesiapan untuk mengabdi langsung di lapangan.
Baca juga: Kementerian Transmigrasi Salurkan 1.700 Paket Sembako Presiden RI untuk Warga Barelang
“Memiliki minat dan komitmen untuk berkontribusi dalam penciptaan pertumbuhan ekonomi baru di kawasan ekonomi transmigrasi terintegrasi,” katanya saat Rapat Pimpinan (Rapim) di Kantor Kementerian, Rabu (7/1/2025).
Sejumlah aspek utama juga dibahas, mulai dari skema seleksi peserta, sebaran perguruan tinggi mitra, tematik besar riset dan tesis, hingga pola penugasan mahasiswa di kawasan transmigrasi. Program ini diarahkan untuk mendukung penciptaan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan, sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia.
Rapat juga menyepakati bahwa penerima Beasiswa Patriot akan menjalani masa pendidikan sekaligus pengabdian di kawasan transmigrasi, dengan fokus awal pada beberapa lokasi prioritas, antara lain Barelang (Kepulauan Riau), Kalukku (Sulawesi Barat), dan Salor (Papua Selatan). Target awal pelepasan peserta direncanakan pada pertengahan 2026.
Melalui Rapim ini, Kementerian Transmigrasi menegaskan komitmennya untuk menyiapkan Beasiswa Patriot secara matang, terukur, dan akuntabel, agar mampu menjadi program unggulan dalam mendukung pembangunan kawasan transmigrasi berbasis sumber daya manusia unggul. (HLV)
Sumber: Tim Kementerian Transmigrasi
Baca juga: Kementrans Kembangkan Potensi 154 Kawasan Transmigrasi dari Riset Tim Ekspedisi Patriot 2025