Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Gus Ipul Audiensi dengan Bupati dan PCNU Pasuruan, Bahas Tiga Program Prioritas Presiden

Gus Ipul memaparkan tiga program prioritas Presiden Prabowo untuk mengatasi berbagai persoalan sosial yang masih terjadi di masyarakat. 

Editor: Content Writer
zoom-in Gus Ipul Audiensi dengan Bupati dan PCNU Pasuruan, Bahas Tiga Program Prioritas Presiden
Dok. Kemensos
GUS IPUL AUDIENSI - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menerima audiensi Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo dan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pasuruan Imron Mutamakkin pada Kamis (5/3/2026).  Pertemuan tersebut membahas penguatan tiga program prioritas Presiden, yakni pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional(DTSEN), Sekolah Rakyat, serta bantuan sosial. 

TRIBUNNEWS.COM — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menerima audiensi Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo dan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pasuruan Imron Mutamakkin. Penguatan tiga program prioritas Presiden menjadi fokus pembahasan pada pertemuan ini, yakni pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional(DTSEN), Sekolah Rakyat, serta bantuan sosial.

Kepada para tamunya, Gus Ipul memaparkan tiga program prioritas ini untuk mengatasi berbagai persoalan sosial yang masih terjadi di masyarakat. 

“Banyak orang yang sebenarnya sedang kesakitan, tetapi kita tidak tahu karena tidak masuk dalam data. Ada murid pesantren yang kesulitan membayar kebutuhan operasional, ada juga anak yang belum pernah sekolah,” kata Gus Ipul di Kantor Kementerian Sosial, Kamis (5/3/2026). 

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan Arma Rosallina, Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Pasuruan Ani Latifah, Sekretaris Bapperida Kabupaten Pasuruan Kokok Adi Prayogo, Tim P3D (Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah) Rohani Siswanto, serta Ketua Yayasan RSNU Kabupaten Pasuruan Farid Syauqi.

Baca juga: 3 Program Kemensos Melaju Positif, Gus Ipul: Bansos dan DTSEN Capai Progres Signifikan

Menurutnya, persoalan utama dalam upaya penanganan kemiskinan selama ini adalah masalah data. Pemerintah akan kesulitan menjangkau masyarakat yang membutuhkan apabila mereka tidak tercatat dalam sistem.

“Bagaimana pemerintah mau menjangkau kalau datanya tidak ada?” ujar Gus Ipul. 

Gus Ipul menjelaskan, saat ini pemerintah telah memiliki sistem data tunggal atau disebut dengan DTSEN yang menjadi rujukan berbagai program bantuan. Namun, data tersebut harus terus diperbaharui secara berkala mengingat kondisi masyarakat bersifat dinamis.

Rekomendasi Untuk Anda

“Problem kita selama ini adalah data tidak masuk atau tidak diperbarui. Dulu ada ego sektoral, setiap daerah punya data sendiri-sendiri. Sekarang kita menuju data tunggal, tetapi tetap harus dimutakhirkan,” jelasnya.

Gus Ipul menambahkan bahwa masyarakat juga dapat berperan aktif dalam proses pemutakhiran data melalui berbagai jalur, baik formal maupun nonformal, termasuk melalui sistem SIKS NG maupun aplikasi Cek Bansos.

Baca juga: Mensos Gus Ipul: Pemutakhiran DTSEN Kunci Akurasi Bansos dan Program Pemberdayaan

Selain pemutakhiran data, dibahas pula soal pengembangan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari strategi memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Gus Ipul mengatakan Sekolah Rakyat tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi miniatur program pengentasan kemiskinan.

“Sekolah Rakyat ini diharapkan menjadi bagian dari miniatur pengentasan kemiskinan,” katanya.

Ia mencontohkan kisah seorang anak bernama Naila yang berasal dari keluarga Desil 1. Setelah mengikuti program Sekolah Rakyat selama tujuh bulan, kondisi keluarganya mulai membaik dan dia terlihat lebih ceria sekarang.

“Rumahnya diperbaiki, orang tuanya diberdayakan. Anak ini bisa sekolah dengan baik dan keluarganya perlahan naik kelas,” ujarnya.

Baca juga: Gus Ipul Dorong Sekolah Rakyat Jadi Prioritas Papua Barat

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul juga menekankan pentingnya ketepatan sasaran bantuan sosial. Menurutnya, bansos harus mampu memberdayakan penerima manfaat, bukan hanya menjadi bantuan sementara.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas