Lestari Moerdijat: Hari Perempuan Internasional Momentum Perkuat Kesetaraan Perempuan
Lestari Moerdijat menyatakan Hari Perempuan Internasional menjadi pengingat untuk menyadarkan seluruh elemen bangsa tentang kesetaraan gender.
Editor:
Content Writer
TRIBUNNEWS.COM - Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menyatakan bahwa peringatan Hari Perempuan Internasional (International Women’s Day/IWD) menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran seluruh elemen bangsa mengenai pentingnya kesetaraan dan keadilan bagi perempuan.
"Kepedulian terhadap keadilan dan kesetaraan perempuan tidak bisa sepenuhnya terwujud bila tidak didukung semua pihak dan kebijakan yang berdampak secara struktural di masyarakat," kata Lestari pada keterangan tertulisnya, Minggu (8/3/2026), dalam rangka menyambut Hari Perempuan Internasional yang diperingati setiap 8 Maret.
Tema peringatan IWD 2026 adalah "Give To Gain" (Memberi untuk Mendapatkan) yang menekankan pada kekuatan kolaborasi, kemurahan hati, dan investasi sosial untuk menciptakan kesetaraan gender.
Menurut Lestari, peringatan IWD di bulan Ramadan ini merupakan momentum yang tepat. Karena semangat IWD tahun ini dan Ramadan sejalan dengan mengedepankan nilai-nilai empati, keadilan, dan kepedulian sosial.
Nilai-nilai itu, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, menjadi pengingat penting bahwa perjuangan mewujudkan kesetaraan gender tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
Baca juga: Lestari Moerdijat Tekankan Pentingnya Arah dan Langkah Bersama Bangun Ekosistem Pendidikan Tinggi
Rerie menilai, momentum IWD ini tidak hanya ajang perayaan, tetapi juga refleksi atas berbagai tantangan yang masih dihadapi perempuan di berbagai sektor kehidupan, mulai dari ekonomi, politik, hingga perlindungan dari kekerasan.
Laporan Global Gender Gap Report 2025 yang dirilis oleh World Economic Forum mencatat skor kesenjangan gender Indonesia sebesar 0,692 dan menempatkan Indonesia pada peringkat ke-97 dari 148 negara.
Selain itu, tambah Rerie, data Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2024 menunjukkan bahwa 1 dari 4 perempuan berusia 15–64 tahun di Indonesia pernah mengalami kekerasan fisik atau seksual sepanjang hidupnya.
Sejumlah catatan itu, jelas Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu, menunjukkan bahwa kesetaraan gender dan perlindungan terhadap perempuan masih menjadi isu krusial dan pekerjaan rumah bagi pemerintah dan masyarakat.
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berharap momentum IWD tahun ini dapat
memperkuat kesadaran kolektif anak bangsa untuk mempercepat terwujudnya keadilan dan kesempatan yang setara bagi perempuan Indonesia. (*)
Baca juga: Musyawarah Ibu Bangsa 2025: Lestari Moerdijat Tegaskan Feminisme Pancasila sebagai Kompas Keadilan
Baca tanpa iklan