Gerak Cepat Kemenhub Urai Antrean di Pelabuhan Gilimanuk
Kemenhub gerak cepat urai antrean panjang di Pelabuhan Gilimanuk selama arus mudik Lebaran 2026.
Editor:
Content Writer
TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Perhubungan bergerak cepat menangani antrean panjang kendaraan di lintas penyeberangan Ketapang–Gilimanuk pada masa arus mudik Lebaran 2026.
Antrean yang mulai terjadi sejak Sabtu (14/3/2026) itu sempat mencapai puncaknya hingga sekitar 37 kilometer, menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu titik paling krusial dalam arus mudik tahun ini.
Berbagai upaya penguraian kepadatan telah dilakukan sejak awal oleh KSOP, ASDP, dan Polri. Hasilnya, hingga Senin (16/3/2026), antrean berhasil ditekan ke kisaran 28 kilometer. Meski demikian, tekanan arus kendaraan masih tinggi dan kepadatan mulai terjadi dari kedua sisi, baik Gilimanuk maupun Ketapang.
Memasuki Selasa (17/3/2026), Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi turun langsung memimpin penanganan di lapangan. Di tengah antrean kendaraan yang masih berkisar 20–25 kilometer di Gilimanuk, Dudy memilih hadir langsung di titik krusial, bukan sekadar memantau dari jarak jauh.
Dudy terlebih dahulu menuju Ketapang, lalu menyeberang ke Gilimanuk dengan menaiki kapal feri sebagai pejalan kaki. Di tengah tingginya tekanan situasi, ia sempat mendapat respons spontan dari sejumlah pengguna jasa.
Namun, dengan mempertimbangkan urgensi penanganan di Gilimanuk, Dudy memilih segera melanjutkan perjalanan demi mempercepat proses penguraian antrean.
Baca juga: Kemenhub: Kereta Api Jadi Moda Transportasi Favorit Mudik Lebaran 2026
Langkah tersebut didasarkan pada prinsip bahwa kelancaran di sisi Gilimanuk menjadi kunci utama untuk mengurai kepadatan di Ketapang. Terlebih, operasional penyeberangan dijadwalkan dihentikan sementara pada Kamis (19/3/2026) dalam rangka penghormatan Hari Nyepi sehingga percepatan penanganan menjadi semakin mendesak.
Setibanya di Gilimanuk pada Selasa siang, Dudy langsung memimpin koordinasi lintas instansi di lapangan. Seluruh pihak, mulai dari operator pelabuhan, ASDP, aparat kepolisian, hingga petugas teknis, dikonsolidasikan untuk bekerja secara terpadu dalam satu ritme percepatan layanan.
Sejumlah langkah strategis pun segera diterapkan, antara lain optimalisasi buffer zone untuk menampung kendaraan, percepatan proses tiba-bongkar-berangkat (TBB), pengoperasian kapal berkapasitas besar seperti KMP Prima Nusantara, serta rekayasa lalu lintas di jalur menuju pelabuhan bersama kepolisian.
Upaya tersebut membuahkan hasil dalam waktu singkat. Pada Selasa sore, antrean kendaraan yang sebelumnya mencapai puluhan kilometer berhasil ditekan menjadi sekitar 9 kilometer.
Perbaikan terus berlanjut secara konsisten hingga keesokan harinya. Dalam waktu kurang dari 24 jam, tepatnya pada Rabu (18/3/2026), antrean kembali berkurang signifikan hingga tersisa sekitar 1 kilometer. Kondisi ini menandai bahwa arus penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk ataupun Ketapang telah kembali normal dan berjalan lancar.
Dudy mengatakan, dirinya memahami ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat akibat antrean panjang ini.
Baca juga: Kemenhub Catat 7,7 Juta Orang Mudik Pakai Angkutan Umum, Naik 10,95 Persen Dari Lebaran Tahun Lalu
Oleh karena itu, pihaknya turun langsung ke lapangan untuk memastikan seluruh langkah percepatan dilakukan secara maksimal dan terkoordinasi.
“Keberhasilan mengurai antrean ini merupakan hasil kerja sama seluruh pihak, mulai dari operator pelabuhan, ASDP, aparat kepolisian, hingga masyarakat yang turut menjaga ketertiban selama proses penguraian berlangsung,” ujar Dudy dalam siaran pers yang diterima Tribunnews.com, Jumat (20/3/2026).
Keberhasilan itu menunjukkan bahwa dengan respons cepat, koordinasi yang solid, serta kehadiran langsung pemerintah di lapangan, permasalahan dapat ditangani secara efektif dalam waktu singkat.
Baca tanpa iklan