Kesadaran Pilah Sampah Meningkat, Denpasar Percepat Pengolahan Sampah untuk Cegah Pencemaran Laut
Pemkot Denpasar memperkuat pengolahan sampah melalui TPST Tahura dan mendorong pemilahan sampah yang kini mencapai 71 persen.
Editor:
Content Writer
Jumhur juga menyoroti proses pengolahan lanjutan yang dilakukan di TPST Tahura. Sampah organik yang telah dicacah dikirim ke Klungkung untuk diolah lebih lanjut, sementara hasil pengolahan berupa Refuse Derived Fuel (RDF) dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif.
"Bahkan nanti yang ke Klungkung itu sebentar lagi akan dikelola menjadi semacam pengganti batu bara. Itu tinggi kalorinya dan sedang diproses," ujarnya.
Ia optimistis pengolahan tersebut mulai berjalan pada Agustus 2026.
"Jadi sebenarnya ini sudah pada track yang benar dan kita mendorong terus," katanya.
Selain penguatan fasilitas pengolahan, Menteri Lingkungan Hidup juga mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan standar armada pengangkut sampah, termasuk truk-truk swakelola yang jumlahnya jauh lebih banyak dibanding armada milik pemerintah.
Menurutnya, dukungan anggaran dan pembinaan terhadap pengelola sampah swakelola perlu dilakukan agar sistem pengelolaan sampah di Bali semakin efektif dan berkelanjutan.
Dengan kombinasi peningkatan kapasitas pengolahan, penguatan infrastruktur, serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah, Pemerintah Kota Denpasar berharap dapat menekan volume sampah yang berakhir di sungai maupun laut, sekaligus mendukung target pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di Bali.
Bersama Cita Loka Fest 2026
Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah daerah, sektor swasta, komunitas, hingga masyarakat menunjukkan bahwa penanganan persoalan lingkungan membutuhkan kolaborasi lintas pihak. Semangat tersebut juga sejalan dengan tema yang diangkat dalam Cita Loka Fest 2026, yakni "Menguatkan Akar untuk Indonesia Asri", yang mendorong lahirnya berbagai inisiatif pembangunan berkelanjutan berbasis potensi lokal.
Melalui forum ini, pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas, akademisi, dan organisasi masyarakat didorong untuk berbagi praktik terbaik dalam mewujudkan tata kelola yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca juga: Tribun Network Gelar Cita Loka Fest 2026, Dorong Kolaborasi Daerah untuk Indonesia yang Lebih Asri