Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Airlangga: Belanja Masyarakat Selama Pemilukada Naik akan Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Selama Pandemi Covid-19 berbagai upaya sudah dilakukan pemerintah RI untuk meningkatkan aktivitas perekonomian nasional yang turun.

Airlangga: Belanja Masyarakat Selama Pemilukada Naik akan Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Nasional
ist
Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto pada acara Bimbingan Teknis Pendidikan Politik Partai Golkar Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan dalam Rangka Pilkada 2020 di Hotel Pullman, Jakarta, Sabtu (25/7/2020). 

TRIBUNNEWS.COM - Selama Pandemi Covid-19 berbagai upaya sudah dilakukan pemerintah RI untuk meningkatkan aktivitas perekonomian nasional yang turun. Mulai dari jaring pengaman sosial, stimulus perekonomian hingga berbagai kebijakan politik diberlakukan.

Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) 2020 yang akan digelar 9 Desember di berbagai daerah di Tanah Air, diyakini bakal menjadi salah satu harapan untuk meningkatkan belanja dan produksi masyarakat. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Baca: Tidak Pensiun! Ini Maksud Sisca Soewitomo Gunakan Istilah “Gantung Panci”

Pasalnya, dana yang berputar selama kampanye Pemilihan Kepala Daerah nanti, cukup besar. Bahkan menurut Airlangga akan mencapai 35 triliun rupiah. Dana tersebut tidak hanya disiapkan oleh pemerintah, namun juga para kontestan.

"Dana yang beredar untuk Pemilukada untuk penyelenggaraan Rp 24 triliun. Kemungkinan dana yang dikeluarkan para calon bupati, wali kota, gubernur itu bisa mencapai minimal Rp 10 triliun sendiri, sehingga saat pilkada kemungkinan Rp 34-35 triliun," ujar Airlangga kepada media dalam menyikapi pertumbuhan ekonomi kuartal II, Rabu (5/8).

Kondisi pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal kedua ini berkontraksi hingga negatif 5,32 persen. Apabila tidak ada perbaikan dan peningkatan kegiatan perekonomian, maka pada kuartal III dan IV, perekonomian Indonesia terancam mengalami resesi.

Baca: Presiden Jokowi Sampaikan Ucapan Duka Cita: Indonesia Bersama Lebanon

Pasalnya jika selama dua kuartal atau lebih pertumbuhan ekonomi negatif, maka sebuah negara bisa dikatakan berada dalam kondisi resesi.

Pilkada yang memberi efek peningkatakan kegiatan perekonomian diharapkan oleh Airlangga dapat meningkatkan perputaran uang yang tak sedikit. Selain itu juga dapat meningkatkan sektor konsumsi masyarakat.

Kebutuhan alat peraga pilkada seperti kaos, poster dan kegiatan kampanye lainnya akan dibelanjakan oleh pemerintah daerah dan para kontestan. Tak jarang selama kampanye Pemilukada permintaan pasar terhadap sembako juga meningkat. Ini tentu saja akan membuat kebutuhan belanja masyarakat juga meningkat dan diharapkan mendorong perekonomian nasional untuk kembali menguat.

Baca: Intip Geliat Industri Jamu di Pasar Global

"Dana beredar akan meningkatkan konsumsi masyarakat terutama untuk alat-alat atau alat peraga bagi calon, termasuk di antaranya masker, hand sanitizer dan alat kesehatan lain. Sehingga Pemilukada itu sendiri akan juga menjadi faktor pengungkit," ujar Airlangga.

Selain memaparkan program-programnya, para kandidat juga diharapkan untuk lebih fokus mengampanyekan hal-hal yang berkaitan dengan penanganan pandemi COVID-19. Kreativitas para kandidat untuk berkampanye dalam penyediaan masker hingga hand sanitizer akan berpengaruh positif bagi perekonomian nasional.

Ikuti kami di
Editor: Content Writer
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas