Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

PGN Tetap Jaga Kinerja di Semester I Tahun 2020

Faktor-faktor di atas menyebabkan laba konsolidasi yang diatribusikan ke entitas induk pada Semester I tahun 2020 menjadi sebesar USD 6,7 juta.

PGN Tetap Jaga Kinerja di Semester I Tahun 2020
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Seorang operator melakukan proses pengisian bahan bakar gas (BBG) dari mobil GTM (Gas Transport Module) 20 FT ke Mobile Refueling Unit (MRU) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas Mobile Refueling Unit (SPBG) MRU Bandung milik PT Perusahaan Gas Negara (PGN) di Jalan Banten, Kota Bandung, Kamis (5/12/2019). SPBG MRU Bandung satu-satunya SPBG MRU yang ada di wilayah Bandung itu, menyalurkan BBG sekitar 250 LSP (liter setara premium) per hari untuk konsumen sektor transportasi seperti angkutan umum (angkot) dan taksi, serta ke sektor industri menggunakan GasLink. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

TRIBUNNEWS.COM - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) membukukan pendapatan sebesar USD 1.469,17 juta atau sekitar Rp 21,49 trilyun pada Semester I 2020 (kurs tengah rata-rata Semester I tahun 2020 sebesar Rp 14.624/USD).

Pendapatan tersebut sebagian besar berasal dari kinerja operasional penjualan gas sehingga PGN Konsolidasi mencatat Laba Operasi sebesar USD 193,09 juta dan EBITDA sebesar USD 390,17 juta.

Ditengah tekanan kinerja dikarenakan kondisi eksternal, PGN tetap berupaya menjaga kinerja operasional dan keuangan khususnya dalam melayani kebutuhan gas bumi nasional.

Direktur Keuangan PGN, Arie Nobelta Kaban mengungkapkan bahwa pencapaian kinerja keuangan semester I Tahun 2020 sangat dipengaruhi oleh kondisi perekonomian saat ini tripledown effect: Dampak Pandemi Covid-19, turunnya harga migas dunia dan melemahnya kurs Rupiah terhadap USD. Kondisi tersebut berpengaruh kepada usaha PGN terutama sektor hulu yang tergantung pada market terutama harga minyak dan gas serta harga LNG. Rendahnya harga minyak dan gas menyebabkan penurunan pendapatan sektor hulu sedangkan biaya pengoperasian tidak serta merta mengikutinya.

Harga minyak gas dan bumi yang tidak sebaik proyeksi yang dilakukan pada akhir tahun 2019, berpengaruh pada pendapatan dari upstream dan recoverability aset-aset di hulu yang dikelola PT Saka Energi Energi Indonesia (SEI).

Faktor-faktor di atas menyebabkan laba konsolidasi yang diatribusikan ke entitas induk pada Semester I tahun 2020 menjadi sebesar USD 6,7 juta. Untuk semester II, manajemen berupaya maksimal untuk meningkatkan pendapatan perseroan dan tetap disertai dengan efisiensi dari sisi biaya sehingga di semester II diharapkan kinerja keuangan menjadi lebih baik.

Arie menjelaskan, untuk posisi keuangan PGN konsolidasi saat ini dalam kondisi cukup baik dengan posisi Kas dan Setara Kas per 30 Juni 2020 sebesar USD 1,24 miliar. Posisi ini lebih baik jika dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2019 yaitu sebesar USD 1,04 miliar.

Demikian juga kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajibannya, masih baik dengan Current Ratio per 30 Juni 2020 sebesar 230%, lebih tinggi jika dibandingkan dengan Current Ratio per 31 Desember 2019 sebesar USD 197 %.

“Sebagai respon terhadap dampak COVID-19 dan menjaga kinerja perseroan, PGN tetap mengembangkan pembangunan infrastruktur dengan mengambil kebijakan optimasi efisiensi yang tidak terkait langsung dengan pendapatan dan kehandalan jaringan pipa. Selain itu dilaksanakan optimasi arus kas melalui prioritisasi anggaran investasi. Dengan begitu, diharapkan PGN tetap mampu memberikan kinerja positif ditengah perlambatan ekonomi nasional dan global,” ujar Arie.

Selama periode Januari – Juni 2020, PGN berhasil menyalurkan gas bumi sebesar 2.016 BBTUD. Dengan rincian, volume distribusi sebesar 811 BBTUD dan volume transmisi sebesar 1.294 BBTUD. Arie juga mengungkapkan, penurunan distribusi dan transmisi gas disebabkan oleh penurunan demand saat diberlakukannya PSBB beberapa waktu lalu. Hampir seluruh sektor pelanggan, khususnya di sektor komersial, industri seperti restoran, pusat perbelanjaan, hotel, dan produsen baja terdampak dan menutup produksi karena pandemic COVID-19.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Content Writer
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas