Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

JAKI: Aplikasi Super Pada Masa Pandemi

JAKI hadir dengan beragam fitur yang diharapkan membuat hidup banyak orang, bukan hanya warga berdomisili DKI Jakarta, tapi juga daerah penyangga

JAKI: Aplikasi Super Pada Masa Pandemi
WARTA KOTA/Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha

TRIBUNNEWS.COM - Jakarta dikelilingi kota-kota penyangga yang ikut berkontribusi dalam perekonomian di Ibu Kota. Menyadari bahwa Ibu Kota ini bukan hanya milik warganya yang lahir, tumbuh, dan berkembang, Pemprov DKI Jakarta lantas mengembangkan aplikasi Jakarta Kini (JAKI).

JAKI hadir dengan beragam fitur yang diharapkan membuat hidup banyak orang, bukan hanya warga berdomisili DKI Jakarta, tapi juga daerah penyangga, merasa lebih mudah dalam mendapatkan informasi, apalagi di tengah pandemi seperti sekarang ini.

Kepala BLUD Jakarta Smart City, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi DKI Jakarta, Yudhistira Nugraha, mengatakan JAKI adalah aplikasi super di tengah masa pandemi COVID-19. Yudhistira memaparkan, terdapat sejumlah layanan unggulan yang dapat dimanfaatkan masyarakat ketika mengaksesnya. Warga pun dapat menyampaikan berbagai permasalahan yang mereka temui melalui aplikasi ini.

“Berkaitan dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kami menghadirkan fitur JakLapor. Sistem pelaporan dalam fitur ini berbasis geo-tagging dan terintegrasi dengan Cepat Respon Masyarakat (CRM), sehingga pengguna dapat menyampaikan berbagai permasalahan mengenai pelanggaran PSBB di Jakarta untuk dapat ditindaklanjuti segera oleh instansi terkait. Warga yang terdaftar pada aplikasi JAKI juga dapat memantau setiap laporan, lengkap dengan OPD yang menindaklanjuti laporan tersebut,” papar Yudhistira.

Yudhistira mengatakan bahwa pelaporan dalam fitur JakLapor akan terjaga kerahasiaannya. Menurutnya, saat ini masih ada sejumlah karyawan yang merasa ragu untuk melaporkan pelanggaran PSBB yang terjadi di wilayah perkantoran, sebab takut laporannya diketahui oleh pimpinan atau manajer. Oleh karena itu, fitur JakLapor di JAKI menjunjung tinggi privasi pelapor.

"JakLapor juga menyediakan fitur sembunyikan laporan. Jika pelapor memilih untuk menyembunyikan laporannya, maka laporan tidak akan tampil ke muka publik termasuk di fitur JakRespons. Pelapor dapat melihat progres tindak lanjut atas laporannya melalui profil masing-masing," katanya.

Hingga akhir Oktober, JAKI telah menerima sebanyak 2.206 laporan berkaitan dengan pelanggaran PSBB. Dari jumlah tersebut, 94,9% atau 2.094 laporan telah berhasil ditindaklanjuti dan diselesaikan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Lebih lanjut, Yudhistira menjelaskan, adapula fitur Jejaki yang menjadi jalan pintas menuju portal resmi corona.jakarta.go.id untuk memudahkan warga melihat pusat informasi dan data kasus COVID-19 Jakarta tanpa harus keluar dari aplikasi JAKI. “Fitur Jejaki juga dilengkapi sejumlah layanan, seperti kita bisa mengetahui status zonasi COVID-19 di sekitar kita dan tes mandiri risiko COVID-19,” terangnya.

Pada masa pandemi, Pemprov DKI Jakarta juga memudahkan warganya untuk mendapatkan akses internet, terutama bagi warga di permukiman padat penduduk, dengan hadirnya program JakWIFI. “Melalui JAKI, warga bisa mengetahui titik wifi publik gratis yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan produktif, seperti pembelajaran jarak jauh dan pengembangan usaha mikro kecil,” imbuh Yudhistira.

Lebih lanjut, Yudhistira turut menyebutkan sejumlah fitur yang sudah disematkan terlebih dahulu pada aplikasi JAKI sebelum masa pandemi, antara lain:

Halaman
12
Editor: Content Writer
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas