Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

WHO: Perubahan Iklim Ancaman Terbesar Kesehatan Manusia

Perubahan pola iklim regional juga mempengaruhi agroekosistem dan ketersediaan air, menyebabkan kelangkaan dan peningkatan penyakit

zoom-in WHO: Perubahan Iklim Ancaman Terbesar Kesehatan Manusia
pixabay/ELG21
Ilustrasi perubahan iklim 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perwakilan WHO untuk Indonesia Dr N. Paranietharan mengungkapkan bahwa perubahan iklim memengaruhi penyakit.

Hal ini terjadi lantaran ada perubahan variabel-variabel iklim seperti curah hujan, suhu, dan kelembaban, yang memengaruhi dinamika penyebaran penyakit.

Baca juga: Mitigasi Perubahan Iklim, Menteri LHK Pimpin Penanaman 25 Ribu Mangrove di 25 Lokasi di Indonesia

“Perubahan iklim adalah ancaman kesehatan terbesar yang dihadapi umat manusia, dan WHO berkomitmen untuk meresponsnya,” kata dia dalam kegiatan di Westin Hotel Jakarta, Senin (29/4/2024).

Perubahan pola iklim regional juga mempengaruhi agroekosistem dan ketersediaan air, menyebabkan kelangkaan dan peningkatan penyakit terkait air dan makanan seperti gizi buruk dan diare. 

Sebagai contoh, penurunan curah hujan dan suhu di Maluku meningkatkan kasus pneumonia sebesar 96 persen dan kasus diare sebesar 19 persen.

Baca juga: Hadapi perubahan iklim, Limbah Organik Diubah Jadi Biochar

Lebih lanjut, suhu yang lebih tinggi dan curah hujan yang lebih tinggi meningkatkan kasus demam berdarah sebesar 227 persen di Bali-Nusa Tenggara, dan kasus malaria di Papua sebesar 66 persen.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, Indonesia diperkirakan mengalami kerugian ekonomi sebesar 1,86 persen (sekitar 21,6 miliar) akibat dampak perubahan iklim pada sektor kesehatan.

Di sisi lain, laporan Bank Dunia menyatakan bahwa dampak perubahan iklim pada sektor air dapat menyebabkan kerugian ekonomi sekitar 7,3 persen pada tahun 2045. 

Jika dibiarkan tanpa pengawasan, perubahan iklim juga akan memengaruhi profil kesehatan generasi saat ini dan masa depan, menjadi beban bagi sistem kesehatan, dan menghambat upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan cakupan kesehatan universal.

Baca juga: Tantangan Stabilkan Pasokan Beras di Tengah Perubahan Iklim

Pihaknya pun mendukung kerjasama program investasi ikim melalui pendanaan Green Climate Fund (GCF) yang hari ini resmi diumumkan ke publik, sebagai sebuah program investasi iklim global yang ambisius.

 “Peluncuran inisiatif ini menandai langkah maju yang berani bagi Indonesia - yang sangat rentan terhadap dampak kesehatan perubahan iklim - dan akan mempercepat kemajuan di sini, seperti di seluruh dunia, menuju masa depan yang lebih sehat, lebih hijau, lebih tangguh, dan lebih berkelanjutan bagi semua orang," tutur dia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas