Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Edan! Ingin Kaya Perkosa Anak Kandung Katanya Wangsit

Edan! Hanya karena mengaku mendapat wangsit lewat mimpi agar cepat menjadi orang kaya, seorang ayah, BHD (40) warga Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, tega menggarap putrinya sendiri hingga berbadan dua.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Tjatur Wisanggeni
TRIBUNNEWS.COM, REDELONG – Edan! Hanya karena mengaku mendapat wangsit lewat mimpi agar cepat menjadi orang kaya, seorang ayah, BHD (40) warga Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, tega menggarap putrinya sendiri hingga berbadan dua.

Sang anak--sebut saja Putri (14)--masih duduk di sebuah sekolah menengah pertama di Bener Meriah. Ibu korban dan kerabat lainnya akhirnya mengendus perbuatan durjana BHD, setelah melihat perubahan tubuh gadis ABG yang malang tersebut. Lalu menggelindinglah kasus itu ke polisi.

Kapolres Bener Meriah, AKBP Drs Hari Apriyono, melalui Kasat Reskrim Ipda Kaspi Darmis SH MH, kepada Prohaba, Jumat (28/5), mengakui bahwa pihaknya kini sedang mengusut kasus tersebut. Pelaku saat ini sudah ditahan polisi, sejak Kamis (27/5/2010).

“Saat ini pelaku sudah kami tangkap dan sekarang dalam proses pemeriksaan polisi,” kata Ipda Kaspi Darmis SH. Disebutkan Ipda Kaspi, kronologis pencabulan terhadap korban pertama kali terjadi di tahun 2008 dan terakhir kali dilakukan pelaku pada, pekan silam.
Ayah bejat itu melampiaskan hasrat setannya ketika seisi rumah sedang tertidur pulas. Sementara Putri yang lemah tak berdaya melawan kehendak sang ayah.

Menurut Ipda Kaspi Darmis, tersangka pelaku merupakan mantan pedagang kopi di Kabupaten Bener Meriah, namun, dalam dua tahun terakhir, usaha dagang kopi yang ditekuninya jatuh bangkrut. Karena dipicu ingin kembali menjadi orang kaya, pelaku memilih jalan pintas dengan cara menggauli putrinya sendiri.

Berdasarkan pengakuan dari pelaku BHD, kata Ipda Kaspi Darmis SH MH, awalnya pelaku pencabulan itu, BHD berkhayal bisa kembali untuk membuka usaha dagang kopi, namun ia kekurangan modal. Entah karena itu, tiba-tiba tersangka mengaku bermimpi dan dapat wangsit. Akhirnya yang jadi korban justru anak kandungnya sendiri.

Terungkapnya kasus pencabulan itu, karena pihak keluarga korban melihat perubahan drastis pada kondisi tubuh Putri. Ketika ditanya, korban mengakui telah dikerjai ayah kandungnya sendiri, sehingga pihak keluarga melaporkan kejadian itu ke polisi. Akibatnya, BHD harus meringkuk di balik terali besi Mapolres Bener Meriah untuk mempertangungjawabkan perbuatannya.(c35)

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas