Tribun

Pemerintah Tegaskan Semua Vaksin Efektif Lawan Varian Baru Covid-19

Semua vaksin Covid-19 yang ada di Indonesia efektif melawan berbagai varian virus corona termasuk varian Delta

Editor: Content Writer
zoom-in Pemerintah Tegaskan Semua Vaksin Efektif Lawan Varian Baru Covid-19
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Tenaga kesehatan melakukan vaksinasi Covid-19 secara door to door di RW 01 Sunter Jakarta Utara, Senin (16/8/2021). Vaksinasi dengan mendatangi langsung ke rumah warga tersebut dilakukan sebagi upaya percepatan vaksin untuk warga lansia dan yang mengalami kelumpuhan. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah menegaskan berdasarkan evaluasi efektivitas vaksin COVID-19 yang dilakukan terhadap tenaga kesehatan di DKI Jakarta, semua merek vaksin yang ada di Indonesia aman dan efektif melawan Covid-19. Masyarakat diminta untuk segera melakukan vaksinasi tanpa memilih-milih merek vaksin tertentu.

"Semua vaksin terbukti aman dan berkhasiat, jangan pilih-pilih vaksin, segera lakukan vaksinasi dengan vaksin yang tersedia," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, Rabu (18/8/2021).

Hingga saat ini sudah ada lima merek vaksin yang tersedia untuk program vaksinasi di Indonesia, yaitu CoronaVac (Vaksin jadi dari Sinovac), Vaksin Covid-19 (Vaksin olahan Bio Farma dengan bahan baku dari Sinovac), Astrazeneca, Moderna, dan Sinopharm. Dalam waktu dekat vaksin Pfizer juga akan tersedia di Indonesia sehingga akan ada total 6 merek vaksin di Indonesia.

Menkominfo menjelaskan bahwa semua vaksin tersebut aman dan mampu melindungi masyarakat dari resiko sakit berat bila terpapar virus Covid-19. Semua vaksin yang ada di Indonesia juga efektif melawan berbagai varian virus corona dan efektif mengurangi resiko kematian akibat Covid-19.

"Semua vaksin Covid-19 yang ada di Indonesia efektif melawan berbagai varian virus corona termasuk varian Delta," tegasnya.

Evaluasi efektivitas vaksin Covid-19 yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI menunjukkan bahwa vaksin mampu menurunkan risiko terinfeksi Covid-19 dan mengurangi perawatan dan kematian bagi tenaga kesehatan. Studi ini dilakukan terhadap 71.455 tenaga kesehatan di DKI Jakarta yang meliputi perawat, bidan, dokter, teknisi, dan tenaga umum lainnya sepanjang periode Januari-Juni 2021.

Johnny menyebutkan, studi tersebut mengamati kasus konfirmasi positif COVID-19, perawatan, dan kematian akibat Covid-19 pada tiga kelompok tenaga kesehatan, yaitu penerima vaksinasi dosis pertama, vaksinasi lengkap (dosis kedua), dan yang belum divaksinasi.

"Para tenaga kesehatan yang menjadi bagian dari studi tersebut mayoritas mendapatkan vaksin Sinovac," ujarnya.

Saat laporan tersebut diturunkan, tercatat ada 143.000 orang SDM Kesehatan di DKI Jakarta telah divaksinasi dosis pertama dan 125.431 orang telah divaksinasi dosis kedua. Studi dilakukan dalam kondisi yang dinamis, mengingat sepanjang Januari-Juni 2021 terjadi beberapa gelombang peningkatan kasus COVID-19. Selain itu, terdapat pula dinamika komposisi Variants of Concern dengan adanya mutasi varian Delta, baik di wilayah DKI Jakarta maupun nasional.

Dari semua tenaga kesehatan yang divaksinasi lengkap, 5% di antaranya dilaporkan terkonfirmasi Covid-19 pada periode April-Juni 2021. Jumlah ini lebih besar dibandingkan dengan tenaga kesehatan yang terkonfirmasi Covid-19 pada periode Januari-Maret 2021 yang hanya 0.98%.

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas