Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Lifestyle
LIVE ●

Apa Untung Ruginya Perkawinan Jarak Jauh

Suami-istri tinggal terpisah memang bisa menimbulkan masalah. Tapi tetap ad

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Tjatur Wisanggeni

Hal lain yang harus diperhatikan ialah faktor sosial. Ieda melihat, masyarakat kita belum bisa tampil sendiri dalam kesempatan sosial. Datang sendirian ke pesta perkawinan, misalnya. "Tak jarang, kan, muncul omongan 'miring'?" tanya Ieda. Belum lagi ada yang usil bertanya, "Kenapa, sih, tinggal terpisah?" Nah, kalau tak kuat menghadapi semua itu, malah jadi kacau, kan?

Bagaimana dengan kemungkinan perselingkuhan? Yang ini, kata Ieda, amat tergantung dari kepribadian yang bersangkutan. "Dia termasuk tipe setia, tahan godaan, gampang terpengaruh, atau bagaimana?" Bagi mereka yang tak tahan godaan, saran Ieda, "Batasi pergaulan untuk mengerem datangnya godaan. Atau tinggal dengan orang tua, bila orang tuanya tinggal di kota yang sama. Pendeknya, harus pandai-pandai menciptakan mekanisme pengawasan diri."

Soal dorongan seks, kata Ieda, masing-masing pasangan seharusnya sudah menyadari bahwa salah satu konsekuensi tinggal terpisah ialah tak punya kesempatan menyalurkan gairah seksual yang timbul untuk selama beberapa waktu. "Jadi, posisinya kembali ke titik seperti sebelum menikah. Kalau dulu bisa, kenapa sekarang enggak?"

Ieda pun menegaskan, alasan kesepian untuk melakukan penyelewengan hanyalah suatu excuse. "Kondisi pasangan yang tinggal terpisah ini, kan, sama seperti ketika belum menikah. Punya gairah seksual, tapi belum punya exit permit untuk melakukan hubungan seks. Berarti mereka tahu, itu tak bisa disalurkan. Jadi, ya, jangan dekat-dekat ke rangsangan seksual," paparnya.

Sebenarnya, lanjutnya, semua itu tergantung dari pikiran kita. "Jadi kalau gairah seks muncul, segeralah alihkan perhatian kepada hal-hal lain. Masih banyak, kok, yang bisa kita lakukan. Dengan jalan-jalan, misalnya, juga akan hilang. Atau melakukan hobi." Jika pasangan menggunakan waktu luangnya untuk hal-hal positif, maka marital affair tak bakal muncul.

KEUNTUNGAN

Kendati dihadang sejumlah persoalan, perkawinan jarak jauh juga ada keuntungannya, lo. Bagi pasangan yang belum punya anak, misalnya, masing-masing jadi lebih bisa berkonsentrasi pada kariernya. Mau rapat sampai malam pun nggak jadi soal, karena tak ada yang menunggu di rumah. Mereka juga bisa mengembangkan hobi masing-masing karena punya waktu luang lebih banyak. Entah berkebun, melukis, memancing, dan sebagainya.

Rekomendasi Untuk Anda

Keuntungan lain, mereka bisa lebih mandiri dan tak tergantung pada pasangannya. Mereka juga lebih dapat menghargai kebersamaan sehingga pertemuannya jadi berkualitas. Bila ada sesuatu yang tak beres, mereka akan cepat terdorong untuk menyelesaikan masalah itu. "Kalau yang tinggal bersama, mau ribut seminggu juga enggak apa-apa. Tapi kalau ketemunya cuma dua hari sebulan, misalnya, mau ribut, kan, sayang."

Anak pun mendapat keuntungan, terutama bila si anak tahu sampai kapan ayah atau ibunya berada di lain kota, misalnya 2 atau 3 tahun. "Anak jadi bisa belajar bahwa hidup itu bermacam-macam. Wawasannya menjadi lebih luas. Kebetulan ia yang mengalami seperti itu. Sehingga ia paham, mengapa orang tua temannya ada di rumah terus sementara ia hanya bertemu ayah atau ibunya sebulan sekali misalnya," papar Ieda.

Jadi, tak ada salahnya suami-istri tinggal terpisah bila hal itu sudah menjadi pilihan yang terbaik bagi keluarga. Pasangan pun sudah mengantisipasi berbagai kemungkinan sehingga mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan ketika hal itu terjadi.

Yang penting, Ieda mengingatkan, "Jangan lupa untuk melakukan review, evaluasi, dan revisi atas komitmen yang pernah dibuat, secara berkala." Sehingga, bila dalam perjalanan ternyata istri mengeluh tak tahan karena anak-anak bikin pusing sehingga pekerjaannya jadi tidak beres, misalnya, maka bisa saja diambil keputusan istri ikut suami.

Serasa Pengantin Baru

Bagi pasangan yang melakukan pertemuan rutin, misalnya sebulan sekali, mungkin tak terlalu jadi masalah. Sebab, seperti dituturkan Dr. Ferryal Loetan, S.Ked., ASC&T, DSRM, MMR dari RS Persahabatan Jakarta, "Kedua belah pihak sudah bisa saling menyesuaikan diri dengan kebutuhan seksualnya."

Lain halnya jika jarang terjadi pertemuan. "Biasanya akan timbul masalah. Bukan cuma soal seks, tapi bisa sampai ke masalah-masalah rumah tangga," ujar konsultan seks ini.

Dokter lulusan UI yang mengambil studi sex consultant di San Fransisco, AS ini, menawarkan beberapa cara yang mungkin bisa dilakukan oleh pasangan berjauhan ini. Salah satunya ialah masturbasi. Namun pasangan tetap harus saling terbuka. Artinya, masing-masing harus tahu kalau cara inilah yang dilakukan setiap kali dorongan seksnya muncul.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas