Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Lifestyle
LIVE ●

Mau Pariwisata Maju? Harusnya Punya Bandara Udara Secanggih Ini

Kalau Indonesia mau pariwisatanya tidak kalah dibanding negeri tetangga, harusnya bandara udaranya secanggih ini.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Daniel Ngantung

ARINC juga menawarkan Self Bag Drop atau ExpressDrop di mana penumpang yang telah melakukan check-in secara daring atau di CUSS KIOSK dapat memasukkan kopernya tanpa mengantri di counter check-in biasa.

Fasilitas lainnya adalah AirVue yaitu sistem informasi multimedia di bandara yang memungkinkan penumpang melihat informasi secara langsung (real time) melalui ponsel, tablet, dan perangkat lain yang berkoneksi dengan internet.

Teknologi ini diharapkan dapat mengurangi kongesti antrian yang merupakan masalah klasik bandara dengan jumlah penumpang yang melebihi kapasasitas bandara.

"Tak hanya penumpang, pihak bandara juga diuntungkan karena adanya penghematan jumlah petugas," tutur Nabil.

Keamanan bandara juga menjadi fokus ARINC dengan menghadirkan pintu masuk elektronik ARINC, sesuai dengan peraturan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional. Pintu ini berupa mesin MZRs yang dapat membaca paspor penumpang secara elektronik.

MZRs menyimpan rincian data penumpang secara efektif dan efisien sekaligus aman. Mesin  mendukung program IATA ini multi bahasa sehingga dapat digunakan di berbagai bandara internasional. Keakuratan membacanya adalah 99,999 persen dengan pengakuan AviNet Global Network.

ARINC juga menyediakan ARINC VeriPax yang menawarkan bantuan menyeleksi data penumpang dan  mendeteksi dokumen penerbangan palsu. Teknologi dirancang untuk dapat membaca data biometrik.

Rekomendasi Untuk Anda

Di area boarding, ARINC menawarkan Pax Track dan Self Boarding. Pax Track menyediakan kemudahan maskapai penerbangan dalam mengatasi masalah keberadaan penumpang jelang keberangkatan.

Sedangkan Self Boarding memberi keleluasaan pada penumpang untuk melakukan boarding pass sendiri tanpa harus mengantri.

Dalam kacamata bisnis, ARINC melihat Indonesia sebagai pasar yang menjanjikan. "Indonesia is really a growing market and has positive vibe. Apalagi pemerintah mulai gencar memperbaiki infrastruktur" kata dia.

Namun diakui Nabil masih ada beberapa tantangan yang dihadapi salah satunya adalah sistem birokrasi yang belum tetap. 

Yang terpenting, Nabil yakin teknologi ARINC dapat memberi solusi  walau pihak pengelola bandara nantinya butuh waktu dan usaha keras untuk membantu para penumpang beradaptasi dengan teknologi yang ARINC tawarkan. 

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas