Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Lifestyle
LIVE ●

Jajanan Tradisional Bandung, dari Perkedel hingga Colenak

Pada hari Minggu (pagi-siang), banyak juga sasaran kuliner yang menarik untuk di eksplorasi di sekitar Taman Cilaki

Editor: Gusti Sawabi
zoom-in Jajanan Tradisional Bandung, dari Perkedel hingga Colenak
kompasiana
Colenak Murdi Putra 

Tribunnews.com - Beberapa tujuan wisata kuliner di Bandung kini sudah terkonsentrasi di lokasi tertentu (pujasera) seperti rangkaian warung tenda yang menyediakan berbagai penganan ringan dan berat di sekitar Taman Cibeunying (Jln. Cisangkuy). Kompleks warung tenda ini beroperasi dari sore hingga malam hari.

Pada hari Minggu (pagi-siang), banyak juga sasaran kuliner yang menarik untuk di eksplorasi di sekitar Taman Cilaki (seberang Museum Pos). Pujasera lainnya yang sudah terkenal adalah Pujasera San Fransisco di Jln. Burangrang No. 12. Pujasera menyedian pilihan makanan yang beragam. Namun yang paling terkenal adalah martabak dan wedang rondenya.

Selain pujasera, bertebaran pula warung-warung, tenda-tenda, dan rumah makan dengan spesialisasi tertentu. Tak sedikit di antaranya yang sudah beroperasi hingga puluhan tahun, dan banyak pula yang masih menggunakan resep lama tanpa perubahan berarti hingga kini.

Nah berikut ini beberapa kue dan penganan kecil yang bisa kita cicipi saat ke Bandung.

Cakue & Bapia Osin (d/h. Lie Tjay Tat), Jln. Belakang Pasar No. 47 (Telp. 022-4202920).

Cakue Pasar Baru ini sudah buka sejak tahun 1934 dan terkenal karena menggunakan resep tradisional yang terus dipertahankan hingga sekarang. Ukuran cakuenya besar-besar dengan rasa yang gurih dan renyah.

Selain itu juga tersedia Bubur Kacang Tanah yang unik. Jenis makanan istimewa yang terakhir ini memang tidak terlalu mudah ditemukan di Bandung. Kedai ini buka setiap hari pukul 06.00-11.00.

Rekomendasi Untuk Anda

Perkedel Bondon, Jln. Kebon Jati (tepatnya di kawasan pintu selatan Stasiun Bandung).
Adonan perkedel ini sebenarnya sederhana saja karena hanya menggunakan kentang dengan sedikit bumbu. Cara mengorengnya yang memang sedikit berbeda karena menggunakan cara tradisional, dengan tungku dan kayu atau arang sebagai bahan bakarnya.

Walaupun warung ini buka sepanjang waktu, namun khusus untuk mendapatkan perkedelnya hanya bisa didapat setelah pukul 23.00 saja. Jam buka khusus perkedel mulai dari 22.00-03.00.

 Gorengan Cendana, Jln. Cendana, dekat persimpangan dengan Jln. Bengawan.
 Tenda gorengan ini beroperasi pada pukul 14.00-21.00. Biasanya menjelang sore hingga malam akan tampak antrian memenuhi sekitar tenda. Tersedia pilihan gorengan pisang, gehu, bala-bala, tempe goreng, nanas goreng, ganasturi (gorengan isi kacang ijo), dan comro yang semuanya memiliki rasa yahud.

Surabi Cihapit, Jln. Cihapit, depan Toko Djitu.
   

Usaha surabi ini sudah mulai dirintis pada tahun 1970-an. Selain menawarkan menu surabi tradisional dengan bumbu oncom atau kinca (bumbu kuah gula merah), sekarang warung surabi ini juga menawarkan surabi dengan berbagai variasi isi atau bumbu lainnya seperti cokelat, keju, ayam, telur, pisang, dll. Warung surabi ini buka setiap hari pada pukul 06.00-11.00 dan 15.00-21.00.

 Surabi Enhaii.   

Letaknya yang berdekatan dengan kompleks kampus NHI (Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung) membuatnya terkenal dengan julukan Surabi Enhaii. Menu surabi yang disajikan di sini berbeda dengan surabi pada umumnya. Biasanya surabi hanya menggunakan topping oncom, tapi di tempat ini anda bisa menikmati surabi dengan pilihan topping yang beraneka macam, mulai dari ayam, sosis, keju, telur, coklat, stroberi dll. Warung surabi ini mulai berjualan pada tahun 2000. Buka setiap hari dari pukul 12.00 sampai 24.00.

Awug Cibeunying.
   

Sumber: Intisari
Halaman 1/2
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas