Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Lifestyle
LIVE ●

Pahitnya Pare Disulap Jadi Keripik Renyah

Rasa pahit pada pare dan lembek pada terong, menjadikan dua jenis sayuran ini tidak populer di kalangan anak-anak.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Pahitnya Pare Disulap Jadi Keripik Renyah
Tribun Jogja/Agung Ismiyanto
Pemilik usaha keripik sayuran Jaya Makmur, Esti Widayati memamerkan tiga produk keripik sayur hasil inovasinya, belum lama ini. 

Dia juga mengemas aneka keripik ini degan bungkusan yang lebih kecil atau 1,75 gram. Harganya juga terjangkau antara Rp 13 ribu hingga Rp 15 ribu.

Dalam waktu tidak lama, keripik pare dan terong buatannya sudah banyak disukai oleh konsumen. Bahkan pesanan sudah sampai luar Magelang, atau merata hampir seluruh Jawa tengah, Yogyakarta, Bandung, Jakarta, Surabaya, Pacitan, Malang, Lampung dan sebagainya.

Saat ini, Alumnus SMA Kristen Kota Magelang ini mengatakan, dalam sehari, dia bisa memproduksi keripik pare dan terong masing-masing 20 kg. Demikian juga untuk jenis keripik sayur lainnya. "Pesanan setiap hari ada. Rata-rata mereka membeli dalam jumlah besar untuk dijual lagi," ucapnya.

Hasil produksinya juga banyak di diambil oleh para sales. Karenanya, untuk memenuhi pesanan yang terus berdatangan, dia dibantu oleh delapan orang karyawan. Rata-rata karyawan merupakan ibu rumah tangga yang tinggal di sekitar rumah.

Bahkan, putrinya yang tak suka terong dan pare itu, justru dikuliahkan dari uang hasil penjualan keripik sayuran yang produk andalannya keripik terong dan keripik pare. Selain bisa menguliahkan dua putrinya, Etik juga mengaku bisa membantu menambah penghasilan suami yang bekerja di bidang properti di Karanganyar. (tribunjogja.com)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas