Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Lifestyle
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kulit Muka Sensitif? Coba Popok Bayi Sebagai Handuk

Seorang pakar kecantikan mengklaim bahwa handuk bukanlah kain pengering terbaik untuk kulit wajah.

Kulit Muka Sensitif? Coba Popok Bayi Sebagai Handuk
THINKSTOCK.COM
Ilustrasi. 

TRIBUNNEWS.COM - Apa yang Anda gunakan untuk mengeringkan kulit wajah setelah cuci muka? Umumnya, Anda pasti akan menjawab handuk.

Seorang pakar kecantikan mengklaim bahwa handuk bukanlah kain pengering terbaik untuk kulit wajah.

Ellen Clark, Founder dan President dari Control Corrective Skincare, menyarankan untuk menggunakan popok bayi sebagai handuk muka, terutama untuk mereka yang memiliki kulit sensitive.

Pasalnya, kulit wajah memiliki tingkat kepekaan tinggi ketimbang kulit dibagian tubuh lainnya, sehingga memerlukan perhatian dan rangkaian perawatan terencana sesuai dengan jenis kulit.

Jadi, bisa saja produk yang cocok pada teman Anda, tapi tidak cocok untuk Anda.

“Popok bayi terbuat dari katun yang berkulitas terbaik, tidak terkontaminasi dengan jenis serat kain berkimia. Benar-benar 100 persen katun. Jika Anda gunakan sebagai handuk muka, terbilang aman dibandingkan memakai jenis handuk lainnya,” terang Clark.

“Sampai hari ini, saya belum menemukan handuk dengan material katun sebaik popok bayi. Saya sangat merekomendasikan mereka yang berkulit sensitif, untuk mencoba trik ini,” pungkasnya.

Jenis popok bayi yang sangat dianjurkan oleh Ellen adalah popok bayi organik.

Namun, saat kali pertama menerapkan tip ini jangan langsung berharap kulit wajah yang tadinya berjerawat langsung bersih dan lembut.

Sebab, kecantikan kulit juga terkait dengan produk-produk perawatan pilihan Anda, apakah sesuai kebutuhan atau tidak cocok.  

 Kulit Masih Juga Bermasalah? Bisa Jadi Masalahnya Pada Pilihan Handuk Wajah

Kontributor KompasFemale/Lusina

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas