Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Lifestyle
LIVE ●

Masih Banyak Pedagang Takjil Pakai Boraks, Formalin, Rhodamin B dan Methanil Yellow

Masyarakat dituntut tetap waspada saat memilih dan membeli makanan siap saji.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Masyarakat dituntut tetap waspada saat memilih dan membeli makanan siap saji.

Terlebih, selama bulan Ramadan ini, mengingat banyak bermunculan penjual makanan minuman untuk hidangan berbuka puasa.

Sampai saat ini, masih banyak dijumpai penjual yang memilih jalan pintas dengan mengawetkan dagangannya.

Di Surabaya misalnya, banyak pedagang yang kedapatan menjual makanan dicampur boraks, formalin, rhodamin B dan methanil yellow.

Selasa (14/6/2016) lalu, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Provinsi Jawa Timur, menemukan tiga jenis sampel makanan yang terkandung boraks dan rhodamin B atau pewarna makanan pada makanan takjil yang dijajakan pedagang.

Penemuan ini didapatkan ketika petugas BBPOM menyidak penjual makanan di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya.

Tiga sampel itu, berupa mie basah, kerupuk puli, kerupuk dan rambak. Sedangkan rhodamin B ditemukan pada kerupuk upil.

Rekomendasi Untuk Anda

"Uji awal menggunakan mobil keliling, kami dapatkan indikasi penggunaan boraks dan formalin. Baru saat uji kedua di laboratorium ternyata bukan formalin tapi rhodamin B," kata I Ngurah Gusti Bagus Kusuma Dewa, Kepala BBPOM Jatim, kepada SURYA.co.id, Kamis (16/6/2016).

Untuk saat ini, Masjid Nasional Al Akbar baru menjadi tempat pertama uji sampel untuk makanan takjil pada bulan Ramadan.

Namun tidak menutup kemungkinan BBPOM bersama instansi lainnya akan menguji sampel di beberapa lokasi lain, seperti Blauran, Pusat Kuliner Semolowaru, Pasar Pucang, dan Ampel. "Kami uji secara rutin dan berkala, sampai menjelang lebaran," terang dia.

Data BBPOM pedagang masih cenderung menggunakan boraks untuk makanan yang dijajakan.

Padahal, bahan yang lebih aman untuk membuat produk menjadi kenyal bisa menggunakan Sodium Tripoly Phosphate (STTP) atau Sodium Bicarbonat.

Zat berbahaya, seperti boraks ini masih banyak terkandung dalam makanan baso atau kerupuk.

"Untuk boraks sendiri sangat susah kalau dilihat secara kasat mata, harus diuji lab dulu. Terlebih penggunaan boraks pada makanan yang sudah dimasak," papar Bagus.

Selain boraks dan formalin, BBPOM juga menemukan kandungan Rhodamin B dan Methanil Yellow pada makan.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas