Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Lifestyle
LIVE ●

Wajah Bupati Rita Tak Pernah Dipermak Dokter Sonia, Urusannya Hanya Jual Beli Tas

Meski dokter Sonia Wibisono selama ini dikenal sebagai dokter kecantikan, namun jasanya tak pernah dipakai oleh Rita Widyasari

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fahdi Fahlevi
zoom-in Wajah Bupati Rita Tak Pernah Dipermak Dokter Sonia, Urusannya Hanya Jual Beli Tas
kolase
Bupati Rita Widyasari dan dokter ahli kecantikan Sonia Wibisono 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Dokter Sonia Wibisono selama ini dikenal sebagai dokter kecantikan, namun jasanya tak pernah dipakai oleh Rita Widyasari

Bupati (nonaktif) Kutai Kartanegara (Kukar) ini mengaku jika perkenalannya dengan Sonia bukanlah untuk permak atau rombak wajahnya.

Seperti diketahui, Rita sempat diduga memiliki hubungan antara dokter dengan pasien dengan Dr Sonia. KPK sempat memeriksa Dr Sonia pada Jumat (26/1/2018) lalu untuk menelusuri aliran dana dari Rita.

"Pokoknya yang berhubungan dengan dokter Sonia, saya minta maaf ke dokter Sonia karena gak ada hubungannya dengan kecantikan," jelas Rita kepada wartawan usai pemeriksaan di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (30/1/2018).

Baca: Tak Semua Tas Mewah yang Disita KPK Asli! Kok Mau Sih Pakai yang Palsu? Ini Jawaban Bupati Rita

Lantas, ada urusan apa selain pertemanan Rita dan Sonia yang diawali dari pertemuan sosialita 10 tahun silam?

Rekomendasi Untuk Anda

Rita mengungkapkan bahwa selama ini hubungan antara dirinya dengan Dr Sonia hanya dalam hal jual beli tas.

"Urusan jual tas aja selama ini," ungkap Rita.

KPK telah menyita 40 buah tas milik Rita dengan merek ternama.

Baca: Bertemu Aktor Hollywood Pemeran Thor, Tangan Luna Maya Gemetar Saat Minta Foto Bareng

Diketahui KPK menetapkan Rita bersama tangan kanannya Khairudin yang juga Komisaris PT Media Bangun Bersama (MBB) sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Mereka diduga menerima Rp 436 miliar yang merupakan suap dan gratifikasi terkait proyek, perizinan, dan pengadaan lelang barang dan jasa dari APBD selama menjabat sebagai Bupati Kukar periode 2010-2015 dan 2016-2021.

Uang itu lalu ‎disamarkan keduanya dengan membelanjakan sejumlah aset dan barang menggunakan nama orang lain.

Khairudin diketahui merupakan pentolan tim 11 yang merupakan tim sukses saat Rita bertarung dalam Pilkada Kukar.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas