Tribun Lifestyle

Naikkan Pamor Kain Asli Indonesia, Bamus Betawi Usulkan 'Hari Tenun dan Songket Nasional'

“Sudah waktunya pemerintah menetapkan Hari Tenun dan Hari Songket Nasional,” ujar Ketua Umum Bamus Betawi, Zainuddin

Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Choirul Arifin
Naikkan Pamor Kain Asli Indonesia, Bamus Betawi Usulkan 'Hari Tenun dan Songket Nasional'
DOKUMENTASI PRIBADI
Desainer Wastra Tenun dan Songket Nusantara, Anna Mariana menunjukkan hasil karya berupa Kain Tenun dan Kain Songket bermotif khas Betawi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rizal Bomantama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Selain kain Batik, Indonesia juga memiliki kain khas kebudayaan nusantara yang keberadaannya hampir bisa ditemukan di seluruh penjuru negeri yaitu kain tenun dan songket.

Di setiap daerah yang memiliki sentra pembuatan kain tenun dan songket memiliki ciri khas dan teknik pembuatan yang bisa dibedakan dengan daerah lainnya.

Karena itu dorongan untuk menetapkan Hari Tenun dan Songket Nasional dinilai pantas oleh beberapa elemen masyarakat terutama penggiat di bidang kebudayaan.

“Kain tenun dan kain songket bukan hanya lembaran kain semata tetapi di dalamnya merasuk nilai tradisional, kehidupan, tradisi, sistem sosial, dan nilai masyarakat. Kan Tenun dan Kain Songket adalah warisan kebudayaan nenek moyang yang melambangkan kebesaran orang yang memakainya. Sudah waktunya pemerintah menetapkan Hari Tenun dan Hari Songket Nasional,” ujar Ketua Umum Bamus Betawi, Zainuddin saat dihubungi Tribunnews.com, Kamis (8/2/2018).

Baca: Jusuf Kalla Menyentil, Anda Boleh Kritik Habis-habisan ke Presiden, Tapi Jangan Menghina

Baca: All New Honda PCX Produksi Indonesia Resmi Meluncur Sore Ini, Harga Jual Mulai Rp 27,7 Juta

Desainer Wastra Tenun dan Songket Nusantara, Anna Mariana mendukung gagasan dari Bamus Betawi tersebut. Terlebih, saat ini ini budaya Betawi mulai dikembangkan ke dalam motif Kain Tenun dan Kain Songket di mana sebelumnya identitas Betawi baru dituangkan dalam kain Batik.

Anna pun menunjukkan beberapa hasil karyanya berupa Kain Songket dan Kain Tenun yang memiliki motif khas Betawi untuk lebih mengangkat kebudayaan Bewai hingga mancanegara.

“Kami berusaha mendobrak tren mode dan fashion dunia seperti Kain Tenun dan Kain Songket lainnya yang sudah terlebih dahulu go international. Semoga dengan penggunaan ikon khas Betawi yang elegan dan berkelas bisa membawa Kain Tenun dan Kain Songket Betawi bisa menunjukkan Jakarta sebagai pusat barometer kebudayaan di dunia,” kata Anna Mariana.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas