Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Lifestyle
LIVE ●

Bacaan Niat dan Doa setelah Salat Istikharah serta Waktu Utamanya, Dilengkapi Arab dan Latin

Sholat Istikharah merupakan salat sunah dua rakaat untuk memohon kepada Allah SWT.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Nuryanti
zoom-in Bacaan Niat dan Doa setelah Salat Istikharah serta Waktu Utamanya, Dilengkapi Arab dan Latin
Kolase Tribun Manado/SRIPOKU.COM/ Net
Ilustrasi sholat Istikharah 

TRIBUNNEWS.COM - Salat Istikharah merupakan salat sunah dua rakaat untuk memohon kepada Allah SWT.

Adapun permohonan tersebut soal ketentuan pilihan yang baik, di antara dua hal yang belum dapat ditentukan baik buruknya.

Misalnya, seseorang berhajat dan bercita-cita akan mengerjakan sesuatu, tapi ragu-ragu apakah dilakukan atau tidak.

Maka untuk memilih satu di antara dari dua hal untuk diteruskan atau tidak, disunahkan untuk salat Istikharah dua rakaat.

Dikutip dari Buku Risalah Tuntunan shalat Lengkap karya Drs. Moh. Rifa’i, salat Istikharah dan salat hajat, waktunya lebih utama jika dikerjakan seperti salat Tahajud.

Yakni di malam hari dan dikerjakan seperti salat biasa yang dilakukan dengan sempurna.

Kemudian berdoa dengan doa Istikharah dan memilih dalam hati mana yang cenderung di antara dua hal itu.

Baca: Doa setelah Salat Tahajud dan Niat yang Dibaca, Lengkap dengan Bacaan Dzikir dan Waktu Pelaksanaan

Baca: Bacaan Doa Qunut Salat Subuh, Qunut Witir, serta Qunut Nazilah, Lengkap dengan Arab dan Latin

Rekomendasi Untuk Anda

Niat Sholat Istikharah

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الاِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

"Ushalli sunnatal istikhaarati rak'ataini lil laahi taalaa.

Artinya:

Aku niat salat sunat istikhoroh dua rakaat karena Allah ta'alaa.

Doa Sholat Istikharah

Doa sholat istikhoroh
Doa sholat istikhoroh (Risalah Tuntunan Salat Lengkap)

"Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub.

Allahumma fa-in kunta ta’lamu hadzal amro (menyebutkan persoalannya) khoiron lii fii ‘aajili amrii wa aajilih (aw fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas