Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Lifestyle
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Mengenal Konsep Pengurangan Risiko, Ciptakan Perbaikan Kesehatan Publik

Pemerintah diminta untuk mempertimbangkan adopsi konsep pengurangan risiko (harm reduction) demi menciptakan perbaikan kesehatan publik.

Mengenal Konsep Pengurangan Risiko, Ciptakan Perbaikan Kesehatan Publik
Shutterstock
Ilustrasi keluarga sehat dan bahagia. 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah diminta untuk mempertimbangkan adopsi konsep pengurangan risiko (harm reduction) demi menciptakan perbaikan kesehatan publik.

Konsep ini membantu masyarakat untuk mengurangi konsumsi produk maupun zat yang berpotensi menyebabkan penyakit. Rokok misalnya.

Demikian topik ini menjadi pembahasan dalam acara Pharmaceutical & Healthcare Virtual Summit 2021 pada 28 Mei lalu.

Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR), Ariyo Bimmo, menjelaskan konsep pengurangan risiko bertujuan untuk mengurangi bahaya kesehatan yang terkait dengan kebiasaan atau penggunaan zat tertentu.

“Konsep ini memberikan alternatif yang lebih baik jika berhenti total sulit dilakukan,” kata Bimmo, yang menjadi narasumber dalam diskusi tersebut.

Bimmo melanjutkan konsep ini sudah diterapkan pada sejumlah produk.

Misalnya, untuk mengurangi potensi penyakit diabetes melitus, maka diciptakan gula berbahan dasar dari tanaman stevia.

“Ada juga garam beryodium dan produk tembakau alternatif. Konsep pengurangan bahaya ini menawarkan alternatif produk yang lebih rendah risiko kepada konsumen,” kata Bimmo.

Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan Jakarta, Tribowo Tuahta Ginting, menambahkan, memang diperlukan adanya metode subtitusi jika kesulitan untuk terlepas dari kecanduan terhadap suatu produk maupun zat.

Baca juga: Asupan Serat untuk Pemenuhan Nutrisi Anak Demi Kesehatan Pencernaannya

“Hindari penggunaan zat yang dapat membuat adiksi. Namun jika sudah timbul adiksi, disarakan jangan ragu untuk menggunakan terapi metode subtitusi agar meningkatkan kualitas hidup,” ujar Tribowo dalam diskusi tersebut.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Willem Jonata
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas