Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Lifestyle
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tiup Lilin Kue Ulangtahun Berdampak Bagi Perkembangan Mental Anak, Psikolog Beri Penjelasan

Merayakan ulang tahun disertai kue tart dan tradisi tiup lilin sambil membuat permohonan adalah hal lumrah dilakukan orangtua untuk anak mereka.

Tiup Lilin Kue Ulangtahun Berdampak Bagi Perkembangan Mental Anak, Psikolog Beri Penjelasan
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Kue Ulang Tahun 

TRIBUNNEWS.COM - Merayakan ulang tahun disertai kue tart dan tradisi tiup lilin sambil membuat permohonan atau make a wish adalah hal lumrah dilakukan orangtua untuk anak mereka.

Tapi tidak bagi anak-anak yang tinggal di Rumah Faye, beberapa dari mereka sudah lupa kapan terakhir kali meniup lilin ulang tahun dan make a wish.

Beberapa dari mereka bahkan tidak tahu kapan mereka lahir.

“Banyak anak-anak yang tidak merayakan ulang tahun mereka sebelum masuk ke Rumah Faye, bahkan mereka tidak tahu tanggal lahir mereka," kata Faye Simanjuntak, Founder Rumah Faye dalam keterangannya, Rabu (21/7/2021).

Rumah Faye adalah wadah untuk anak-anak Indonesia dan memiliki visi untuk melepaskan anak-anak dari rantai perdagangan, kekerasan, serta eksploitasi.

Sejak didirikan tahun 2013 oleh Faye Simanjuntak, Rumah Faye telah berhasil mendampingi 136 anak perempuan dari perdagangan, kekerasan seksual dan prostitusi.

Baca juga: Optimalkan Daya Tahan Tubuh Anak Saat Pandemi, Dokter Minta Orang Tua Lakukan Ini

Setelah berada di rumah aman, mereka akhirnya dapat merayakan ulang tahun bersama-sama secara sederhana bersama kami.

"Mereka pun merasakan prosesi memotong kue, mengucapkan harapan serta mimpi mereka sebelum mereka tiup lilin," kata Faye.

Seorang psikolog, Ayoe Sutomo, mengatakan, peringatan ulang tahun yang dirayakan dengan memotong kue dan meniup lilin membuat anak merasa istimewa, merasa mendapatkan perhatian dan perasaan disayang.

"Perasaan seperti ini penting bagi anak karena merupakan bagian fundamental yang mempengaruhi bagaimana anak memandang dirinya dalam relasinya dengan lingkungan sekitar, baik ketika mereka masih bertumbuh hingga ketika dewasa nanti,” katanya.

Baca juga: Orang Tua Lakukan Kesalahan pada Anak? Begini Cara Bijak Meminta Maaf

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas