Tribun Lifestyle

Kampanye Body Positivity, Upaya Hilangkan Standar Kecantikan Pemicu Bullying

Standar kecantikan umumnya membuat banyak pihak membanding-mandingkan bentuk fisiknya seseorang.

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
Kampanye Body Positivity, Upaya Hilangkan Standar Kecantikan Pemicu Bullying
Fat Panda
Kampanye body positivity sebagai upaya hilangkan standar kencantikan yang bisa memicu bullying. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Standar kecantikan di masyarakat masih menjadi perdebatan.

Ada masyarakat yang beranggapan bahwa kecantikan itu identik dengan putih, mulus, tinggi, dan langsing. 

Standar kecantikan umumnya membuat banyak pihak membanding-mandingkan bentuk fisiknya seseorang.

Bahkan memarginalkan perempuan dengan ukuran tertentu. Paling parah hingga melakukan tindakan bullying. 

Baca juga: Manfaat Daun Salam untuk Kesehatan dan Kecantikan, Bisa Atasi Diabetes hingga Cegah Penuaan Dini

Hal ini membuat kampanye body positivity semakin marak. Body positivity pertama kali berkembang pada tahun 1960-an di Amerika Serikat.

Body positivity, merupakan bentuk penerimaan setiap perubahan tubuh mulai dari bentuk, ukuran, hingga kemampuan tubuh seiring bertambahnya usia.

Bukan untuk tidak perduli dan merawat diri agar menjadi lebih baik. Namun lebih kepada mengetahui kapasitas dan kebutuhan diri sendiri

Di Indonesia sendiri, telah berkembang sejak tahun 2012. Tujuannya untuk memberdayakan wanita agar menerima tubuh dan fisik mereka sehingga dapat melepaskan diri dari rasa malu yang terkait dengan stereotip obesitas

Mendukung kampanye body positivity ini, maka menginisiasi munculnya Fat Panda. Dimana Fat Panda menyakini jika keindahan wanita bukan dilihat dari standar kecantikan. Melainkan bagaimana ia sebagai wanita merawat kulitnya

Cantik tidak selalu berkorelasi dengan tubuh atau fisik yang ramping, dan sesunguhnya cantik merupakan suatu inerbeauty menarik dengan penuh kepercayaan diri untuk dapat bebas berekspresi. 

"Brand kami ingin menghapus stigma negative terhadap pandangan fisik dan melekatkan prepective positive kepada seluruh wanita pluz size,” kata Founder Fat Panda Hengky Budiman, pada pres rilis, Senin (26/7/2021).

Fat Panda, munculkan serangkaian produk skincare rutin yang dapat menjadi solusi permasalahan kulit wajah wanita Indonesia. Kosmetik, bisa dan telah membantu mengenalkan diri mereka, mengekspresikan diri. 

Dengan mewakili mereka dengan lebih baik, industri kosmetik bisa menegaskan bahwa mereka ada untuk siapa saja yang ingin berpartisipasi.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas