Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Lifestyle
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Ketahui Risiko Mengucek Mata Saat Kemasukan Debu atau Benda Asing, Jangan Anggap Sepele

Biasanya orang spontan mengucek mata apabila kemasukan debu, serangga, atau benda asing lainnya yang terbawa angin.

Ketahui Risiko Mengucek Mata Saat Kemasukan Debu atau Benda Asing, Jangan Anggap Sepele
tribunjualbeli
Atasi Iritasi dan Mata Merah 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM - Biasanya orang spontan mengucek mata apabila kemasukan debu, serangga, atau benda asing lainnya yang terbawa angin.

Upaya itu dilakukan dengan maksud menyingkirkan benda asing yang membuat mata terasa tidak nyaman.

Padahal, mengucek mata adalah kebiasaan yang seharusnya dihindari.

Demikian diungkapkan oleh konsultan mata imunologi dan infeksi, dr Hessy Helena Molle, Sp M (K). 

Kadangkala kata dr Hessy kita kerap lupa menggunakan kacamata pelindung saat bekerja atau mengendarai motor.

Baca juga: Sejumlah Pasien Covid-19 di India Terinfeksi Jamur Hitam, Dapat Mengakibatkan Kebutaan

Baca juga: Cara Mengobati Timbilan Atau Bintitan Secara Alami, Simak Tipsnya Berikut Ini

Begitu mata kemasukan debu atau serangga, secara refleks tangan mengucek mata kuat-kuat. 

"Digesek-gesek, bikin lecet matanya. Udah lecet, kuman jadi pada masuk. Kalau sudah masuk, infeksi, risikonya penglihatan berkurang, buram. Yang jadi masalah buram enggak bisa diobati. Ngerinya di situ," ungkapnya pada kanal YouTube Halo Awal Bros dikutip, Rabu (28/7/2021). 

Menurut dr Hessy, penting untuk mengantisipasi sesuatu masuk ke dalam mata. Apalagi pekerjaan yang berisiko seperti tukang las, kelilipan, serpihan besi bisa menancap di mata.

Baca juga: Jangan Lagi Buang Daun Wortel, Ini Manfaatnya untuk Kesehatan Tubuh Anda

"Kalau sudah kejadian nancap kotoran, awal mula infeksi. Tidak bisa dibilas dengan air. Karena tajam dan nacap. Itu awal mula infeksi seperti itu. Resiko terburuk bisa beresiko kebutaan," katanya lagi. 

Jika sudah infeksi, maka mata tidak dapat dipulihkan dengan obat atau operasi. Bahkan, pada kasus yang paling parah, kata dr Hessy, sampai harus diambil bola matanya. 

"Dari otak ke mata punya sambungan syaraf. Kalau infeksi lari ke otak ngeri," ucapnya. 

Oleh karena itu, dr Hessy mengingatkan betul untuk mengenakan pelindung mata saat berada di ruangan. Memang tidak nyaman, namun setidaknya kita dapat terhindar dari infeksi.

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas