Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Lifestyle
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Bukan untuk Diseduh dan Diminum, Ini Cara Tepat Mengonsumsi Kental Manis

BPOM melarang penggunaan kental manis dengan cara diseduh atau diminum sebagaimana minuman susu pada umumnya.

Bukan untuk Diseduh dan Diminum, Ini Cara Tepat Mengonsumsi Kental Manis
iStock
Ilustrasi susu kental manis. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) melarang penggunaan kental manis dengan cara diseduh atau diminum, sebagaimana minuman susu pada umumnya.

Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan, Rita Endang mengatakan, cara konsumsi seperti itu merupakan kebiasaan yang salah di masyarakat dan harus diubah.

Ia juga menegaskan bahwa kental manis tidak bisa menggantikan air susu ibu (ASI). 

"Susu kental manis (SKM) secara fungsi tidak untuk menggantikan air ASI, tidak cocok untuk bayi sampai 12 bulan dan tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya sumber gizi,' katanya belum lama ini.

Baca juga: SKM Bukan Penganti Susu Pertumbuhan, Bisa Bahayakan Tumbuh Kembang Anak

Tipikal dari SKM, kata dia adalah susu yang manis dan memang tidak untuk usia anak-anak di bawah 1 tahun.

"Sudah ada peringatannya, masyarakat yang memang berisiko terhadap kandungan gulanya seharusnya perlu mengoreksi diri," ujar Rita.

SKM seharusnya digunakan untuk topping bukan untuk diseduh dan diminum.

Baca juga: 10 Manfaat Kayu Manis untuk Kesehatan: Dapat Menurunkan Kadar Gula Darah

Baca juga: Punya Nilai Ekonomis, BPOM: Jamu dan Ramuan Tradisional Kurang Didukung Data Empiris

"Kami sudah menuangkan dalam regulasi peraturan badan POM nomor 31 tahun 2018 tentang label pangan olahan jadi memang ditegaskan pula bahwa penggunaan yang benar itu digunakan sebagai topping misalnya untuk martabak, campuran kopi, cokelat dan lain-lain," ungkapnya.

Larangan BPOM tehadap kental manis yang diseduh mendapat apresiasi dari Yayasan Abhipraya Insan Cendikia Indonesia (YAICI).

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Harian YAICI, Arif Hidayat. Menurut Arif, larangan kental manis atau SKM diseduh merupakan kemajuan, karena selama ini YAICI mengadvokasi dan meminta BPOM agar ada aturan bahwa kental manis bukan untuk diseduh, melainkan hanya sebagai toping makanan.

Baca juga: BPOM Larang Promosi Ivermectin sebagai Obat Terapi Covid-19

“Kami, YAICI berharap larangan ini bisa disosialisasikan kepada masyarakat terutama masyarakat yang selama ini menggap kental manis boleh diseduh,” ujar Arif.

Arif menambahkan, meskipun BPOM sudah mengeluarkan larangan, YAICI akan tetap memantau penerapan di lapangan,

“Jangan sampai larangan ini hanya sebatas larangan tanpa adanya sosialisasi kepada masyarakat, dan lebih penting lagi tindak tegas kepada produsen agar merevisi kegunaan kental manis,” katanya.

Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas