Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Lupus Bisa Cepat Terkendali atau Naik Turun, Ini Faktornya

Lupus bisa cepat terkendali atau naik turun, dokter ungkap faktor penentu utama mulai diagnosis hingga terapi awal pasien.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Lupus Bisa Cepat Terkendali atau Naik Turun, Ini Faktornya
freepik
DIAGNOSIS LUPUS - Ilustrasi dokter memeriksa pasien dengan penyakit lupus dalam sesi pemeriksaan medis. Dokter mengungkapkan bahwa kecepatan diagnosis dan ketepatan terapi menjadi faktor penentu kondisi pasien. 

Ringkasan Berita:
  • Kecepatan diagnosis menjadi faktor utama menentukan kontrol lupus pada pasien
  • Ketepatan terapi sejak awal memengaruhi peluang penyakit masuk fase terkendali
  • Kondisi sosial ekonomi turut memengaruhi konsistensi pengobatan jangka panjang

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Perjalanan lupus pada setiap pasien tidak selalu sama. Sebagian dapat mencapai kondisi terkendali (remisi/kondisi gejala menurun), sementara lainnya mengalami fluktuasi gejala hingga komplikasi organ.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Reumatologi, dr. Sandra Sinthya Langow, menyebut perbedaan tersebut dipengaruhi berbagai faktor, terutama kecepatan diagnosis dan ketepatan terapi sejak awal.

 
Diagnosis dini menjadi penentu utama

Menurut dr. Sandra, waktu penegakan diagnosis menjadi faktor paling penting dalam menentukan peluang penyakit terkendali.

“Nah kemudian faktor apa yang mempengaruhi remisi? Faktor paling penting menurut saya adalah cepatnya diagnosis,” ujarnya dalam konferensi Hari Lupus Sedunia, Selasa (26/5/2026).

Keterlambatan diagnosis membuat banyak pasien baru terdeteksi setelah penyakit sudah menyerang organ vital, sehingga peluang kondisi stabil menjadi lebih kecil.

 
Kerusakan organ memperberat kondisi

Rekomendasi Untuk Anda

Ia menjelaskan, lupus dapat menyerang organ penting seperti ginjal, jantung, paru-paru, hingga sistem saraf.

“Kalau sudah terlanjur terjadi gangguan organ, apalagi kalau sudah berat, itu akan sulit untuk mencapai remisi,” kata dr. Sandra.

Dalam kondisi tersebut, pengendalian penyakit menjadi lebih kompleks dan membutuhkan penanganan jangka panjang.

Baca juga: 3 Mitos Keliru Seputar Lupus yang Bisa Hambat Kesembuhan Si Penderita

 
Terapi awal menentukan arah penyakit

Selain diagnosis, respons awal terhadap terapi juga menjadi faktor kunci.

“Faktor yang lain, faktor tepatnya pengobatan sejak awal. Dan termasuk juga agresifnya pengobatan,” ujarnya.

Ia menegaskan, penanganan tidak bersifat seragam dan harus disesuaikan dengan tingkat aktivitas penyakit pada masing-masing pasien.

 
Terapi inovatif untuk kasus resisten

Pada sebagian pasien, terapi standar seperti kortikosteroid dan hydroxychloroquine tidak memberikan respons optimal.

Dalam kondisi tersebut, dokter dapat mempertimbangkan terapi lanjutan.

“Dalam 2–3 bulan kita langsung memberikan terapi inovatif anifrolumab,” kata dr. Sandra.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas