Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Makin Meluas, Penumpang Spanyol Positif setelah Karantina
Kasus hantavirus dari kapal MV Hondius bertambah saat penumpang Spanyol positif usai dua pekan dikarantina.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Febri Prasetyo
Ringkasan Berita:
- Penumpang Spanyol kembali positif hantavirus meski telah dikarantina setelah dievakuasi dari MV Hondius.
- Kementerian Kesehatan Spanyol menyebut pasien berada dalam pengawasan isolasi tingkat tinggi di Madrid.
- WHO memperingatkan kemungkinan penularan antarmanusia dan potensi lonjakan kasus baru.
TRIBUNNEWS.COM - Wabah hantavirus yang berasal dari kapal pesiar MV Hondius terus meluas dan memicu kekhawatiran global baru di Eropa.
Kasus terbaru dikonfirmasi setelah seorang penumpang asal Spanyol kembali dinyatakan positif meski telah menjalani karantina ketat selama lebih dari dua pekan.
Kementerian Kesehatan Spanyol mengumumkan temuan itu pada Senin (25/5/2026) waktu setempat.
Pasien tersebut sebelumnya termasuk dalam kelompok 14 warga Spanyol yang dievakuasi dari kapal saat sandar di Tenerife pada 10 Mei lalu.
Setelah tiba di Madrid, seluruh penumpang langsung ditempatkan dalam isolasi ketat di Rumah Sakit Gómez Ulla.
Namun, hasil tes lanjutan menunjukkan infeksi aktif sehingga pasien dipindahkan ke Unit Isolasi Tingkat Tinggi.
Baca juga: Spanyol Konfirmasi Kasus Hantavirus Baru, Asal dari Klaster MV Hondius
Otoritas kesehatan Spanyol menyebut pasien tersebut awalnya berstatus kontak erat dari kasus positif sebelumnya di kapal.
“Pasien kini berada dalam pengawasan ketat di ruang isolasi khusus,” demikian pernyataan Kementerian Kesehatan Spanyol.
CNN melaporkan ini menjadi kasus kedua yang terkonfirmasi dalam kelompok penumpang Spanyol yang dievakuasi dari MV Hondius.
Wabah pertama kali terdeteksi setelah kapal berangkat dari Ushuaia, Argentina, pada awal April 2026.
Beberapa penumpang mulai mengalami gejala hanya beberapa hari setelah pelayaran dimulai.
Sementara itu, People melaporkan sedikitnya tiga kematian terkait infeksi serupa, termasuk penumpang asal Belanda, istrinya, dan seorang warga Jerman.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa strain virus yang ditemukan diduga memiliki potensi penularan antarmanusia.
“Situasi ini masih dalam investigasi, namun indikasi penularan antar manusia tidak dapat dikesampingkan,” demikian pernyataan WHO.