Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

WHO Peringatkan Ebola di Afrika Makin Tak Terkendali, Diduga Ada 220 Kematian Terkait Ebola

WHO peringatkan wabah Ebola di Kongo-Uganda meluas cepat, 220 kematian diduga terjadi dan kasus terus melonjak.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Ringkasan Berita:
  • Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda memasuki fase darurat setelah WHO melaporkan 220 kematian diduga terkait virus mematikan tersebut.
  • Lebih dari 900 kasus suspek telah ditemukan, sementara keterlambatan deteksi membuat epidemi bergerak lebih cepat dibanding upaya penanganan.
  • Situasi keamanan yang buruk, kerusuhan warga, hingga belum adanya vaksin untuk strain Bundibugyo memperbesar ancaman penyebaran lintas negara.

 

TRIBUNNEWS.COM - Wabah Ebola di Afrika kembali memasuki fase mengkhawatirkan setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa epidemi terbaru kini berkembang lebih cepat dibanding kemampuan penanganan di lapangan.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengungkapkan jumlah kematian yang diduga terkait wabah Ebola telah mencapai 220 orang hingga Senin (25/5/2026).

Reuters melaporkan WHO menilai keterlambatan dalam mendeteksi kasus membuat petugas kesehatan kini “berusaha mengejar ketertinggalan” di tengah lonjakan penyebaran virus.

“Kami sedang meningkatkan operasi secara mendesak, tetapi epidemi ini lebih cepat dari yang kami perkirakan,” kata Tedros dalam pertemuan daring Uni Afrika.

Pusat wabah berada di Provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo (DRC) bagian timur laut, tetapi penyebaran kini telah meluas ke wilayah lain hingga menembus perbatasan Uganda.

Rekomendasi Untuk Anda

WHO mencatat lebih dari 900 kasus suspek Ebola telah teridentifikasi sejauh ini.

Situasi semakin rumit karena wabah kali ini berasal dari strain langka Ebola Bundibugyo yang hingga kini belum memiliki vaksin maupun pengobatan resmi.

CNBC Africa melaporkan WHO bahkan telah menetapkan wabah tersebut sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat internasional karena tingginya risiko penyebaran lintas negara.

Di Uganda, pemerintah melaporkan dua kasus baru pada Senin sehingga total kasus terkonfirmasi kini mencapai tujuh orang.

Dua pasien terbaru diketahui merupakan tenaga kesehatan di fasilitas medis swasta di ibu kota Kampala.

Baca juga: Ebola Bundibugyo Belum Ada Vaksin, WHO Minta Pengawasan Kontak 21 Hari

Kepanikan warga juga mulai memicu kekacauan di sejumlah wilayah Kongo timur.

Dilansir Associated Press, sekelompok warga menyerbu Rumah Sakit Umum Mongbwalu yang merawat pasien Ebola setelah keluarga korban menuntut jenazah kerabat mereka diserahkan.

Suara tembakan terdengar ketika tenaga medis berusaha mengevakuasi pasien dan staf rumah sakit dari lokasi serangan.

Sebelumnya, fasilitas penanganan Ebola milik Doctors Without Borders (MSF) juga dibakar massa di wilayah Ituri.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas