Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Lifestyle
LIVE ●

Tren Cincin Pernikahan Berbahan Halal, Jewelry Ini Sasar Pasar Digital

Paladium sebagai bahan dasar pembuatan perusahaan merupakan logam yang sedang naik daun belakangan ini.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: FX Ismanto
zoom-in Tren Cincin Pernikahan Berbahan Halal, Jewelry Ini Sasar Pasar Digital
Freepik
Ilustrasi cincin kawin. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tren cincin pernikahan berbahan halal menarik perhatian.

Perhiasan halal yang dapat dipakai oleh pria selain berbahan paladium saat ini jadi pilihan calon pengantin.

Ya, paladium sebagai bahan dasar pembuatan perusahaan merupakan logam yang sedang naik daun belakangan ini.

Paladium dianggap lebih keras dan lebih tahan lama dari perak maupun platina.

Baca juga: Usai WO dan Vendor Cincin Mundur, Ferry Irawan Tegaskan Nikahi Venna Melinda Bukan karena Endorse

Logam paladium yang keras menjadi salah satu bahan idola untuk membuat cincin pernikahan, tentu saja hal ini dikarenakan adanya tren menggunakan perhiasan cincin halal untuk pria.

Perusahaan perhiasan Nikayla Jewelry pun menangkap tren ini.

Kini, perusahaan yang dibentuk dan didirikan oleh Estu Budiawan, mulai merambah ke pasar online.

Rekomendasi Untuk Anda

Perkembangan zaman yang dikatakan oleh founder Nikayla Jewelry tersebut adalah digitalisasi.

Perusahaan yang sudah berdiri sejak tahun 1996 ini kini mulai merambah ke pasar online.

Founder Nikayla Jewelry memutuskan untuk membuat profil digital perusahaan dengan maksud agar perusahaan produsen perusahaan yang ia dirikan mampu diketahui seluruh masyarakat di Indonesia, selain itu, untuk mendongkrak penjualan, Nikayla Jewelry juga hadir di berbagai marketplace yang bisa diakses menggunakan smartphone.

Hal ini menjadi gebrakan baru bagi produsen perhiasan ternama asal Kota Yogyakarta ini.

Dari website ini anda juga bisa memesan secara langsung perhiasan yang sudah ada di dalam katalog maupun yang anda desain sendiri.

Estu Budiawan juga menyebutkan jika digitalisasi yang dilakukan oleh perusahaan dimaksudkan untuk mengedukasi masyarakat akan bahan dasar perhiasan selain emas dan perak yang sudah tenar sejak dahulu kala.

Selain itu penjualan yang sempat terkendala karena adanya pandemi covid 19 juga bisa teratasi berkat beralihnya penjualan yang sebelumnya offline menjadi online dengan menggunakan marketplace dan berbagai macam aplikasi digital lainnya seperti sosial media dan website perusahaan.

Pada website Nikayla Jewelry juga terdapat nomor kontak yang bisa anda gunakan untuk menghubungi pihak Nikayla Jewelry untuk sekedar menanyakan ketersediaan perhiasan maupun anda gunakan sebagai sarana untuk berkonsultasi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas