Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Lifestyle
LIVE ●

Bukan Bikin Bersih, Spons Cuci Piring yang Jarang Diganti Justru Jadi Sarang Penyakit

Busa spons yang selama ini kita gunakan untuk membersihkan piring dan gelas, sejatinya merupakan surga bagi bakteri untuk berkembang biak.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Bukan Bikin Bersih, Spons Cuci Piring yang Jarang Diganti Justru Jadi Sarang Penyakit
Shutterstock
SPONS BEKAS PAKAI - Busa spons yang selama ini kita gunakan untuk membersihkan piring dan gelas, sejatinya merupakan surga bagi bakteri untuk berkembang biak. Lantas, bagaimana menjaga higienitas spons cuci piring? 

Temukan Jawabannya di Artikel ini:
  • Kapan harus mengganti spons cuci piring?
  • Bagaimana cara menjaga spons tetap bersih?
  • Apa akibatnya jika tidak memperhatikan kebersihan spons cuci piring?

 

TRIBUNNEWS.COM - Spons cuci piring merupakan benda yang pasti kita temukan di dapur. Setiap hari, benda kecil ini digunakan untuk membersihkan sisa makanan dan minyak pada peralatan makan. 

Bahkan, terkadang kita menggunakan spons tersebut untuk membersihkan kotoran yang bukan berasal dari makanan, seperti pantat panci dan wastafel. Kebiasaan ini justru berisiko memindahkan kotoran dan bakteri ke peralatan makan.

Namun, di balik fungsinya yang terlihat sederhana, spons cuci piring ternyata bisa menjadi tempat ideal bagi bakteri untuk berkembang biak. Kondisi lembap, sisa makanan yang menempel, serta penggunaan berulang menjadikan spons sebagai “rumah” yang nyaman bagi mikroorganisme.

Mengutip BBC, para ahli mikrobiologi di Universitas Furtwangen di Jerman, pernah meneliti mikrobioma bakteri yang ada pada spons dapur bekas pakai. Penelitian yang dimuat dalam jurnal Scientific Reports pada tahun 2017 ini menunjukkan bahwa terdapat 362 spesies mikroba yang hidup di spons cuci piring.

Tak hanya itu, penelitian tersebut juga mencatat kepadatan bakteri yang tinggal dalam spons bekas bisa mencapai 54 miliar individu per sentimeter kubik.

Rekomendasi Untuk Anda

“Jumlahnya sangat besar, mirip dengan jumlah bakteri yang bisa ditemukan dalam sampel tinja manusia,” kata Markus Egert, salah satu penulis studi tersebut.

Dari penelitian itu, terungkap bahwa lima dari 10 spesies bakteri yang teridentifikasi memiliki potensi menyebabkan infeksi, terutama pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. 

Namun, hal ini bukan berarti semua bakteri yang ditemukan pada spons dapur selalu berbahaya. 

Jennifer Quinlan, seorang profesor keamanan pangan di Universitas Prairie View A&M di Amerika Serikat, mengatakan, “Sebagian besar bakteri pada spons tidak menyebabkan penyakit, hanya saja dapat membuatnya berbau  tidak sedap seiring waktu.”

Baca juga: Ditangkap dan Dimusnahkan, Mengapa Ikan Sapu-sapu Tidak Diolah Jadi Makanan?

Bagaimana Cara Membersihkan Spons Cuci Piring?

Meski terlihat sepele, spons cuci piring sebenarnya juga perlu dirawat dengan benar. Nah, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga spons tetap bersih dan memperpanjang masa pakainya, mengutip pernyataan Jennifer Quinlan.

“Ada dua cara. Pertama, memasukkannya ke dalam mesin pencuci piring saat malam hari atau memanaskannya dalam microwave selama satu menit hingga terlihat uap keluar. Cara ini dapat membunuh sebagian besar patogen,” jelas Quinlan.

Berbagai sumber juga menunjukkan bahwa membersihkan spons dengan menggunakan mesin pencuci piring atau microwave dapat membantu mengurangi jumlah bakteri. 

Namun, cara tersebut ternyata tidak sepenuhnya membuat spons bebas bakteri. Meski jumlah mikroorganisme berkurang, beberapa bakteri yang lebih kuat justru tetap bertahan dan berkembang kembali.

Artinya, spons yang sudah dibersihkan belum tentu benar-benar steril. Bakteri yang tersisa bisa menjadi lebih resisten terhadap proses pembersihan di hari berikutnya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas