Bukan Bikin Bersih, Spons Cuci Piring yang Jarang Diganti Justru Jadi Sarang Penyakit
Busa spons yang selama ini kita gunakan untuk membersihkan piring dan gelas, sejatinya merupakan surga bagi bakteri untuk berkembang biak.
Penulis:
Yosephin Pasaribu
Editor:
Content Writer
“Jika hal ini dilakukan berulang kali, maka bisa terjadi seleksi alami terhadap bakteri-bakteri yang lebih tahan terhadap proses pembersihan,” ujar Egert.
Karena itu, rutin mengganti spons tetap menjadi langkah penting untuk menjaga kebersihan dapur. Mengutip KlikDokter, spons cuci piring disarankan untuk diganti setiap satu hingga dua minggu guna mengurangi risiko penyebaran kuman.
Jika spons sudah berubah warna, mengeluarkan bau tidak sedap, atau mulai rusak, jangan ragu untuk membuangnya. Sebab, mempertahankan spons lama sama saja dengan menyimpan sumber penyakit di dapur.
Selain rutin menggantinya, ada dua kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan agar spons tidak menjadi sarang mikroorganisme.
Pertama, setelah digunakan, bilas spons hingga bersih, lalu peras agar tidak terlalu lembap. Letakkan spons di tempat dengan sirkulasi udara yang baik supaya lebih cepat kering.
Kedua, hindari menggunakan spons cuci piring untuk membersihkan benda lain seperti wastafel, lantai, atau bagian bawah panci yang sangat kotor. Pasalnya, bakteri dari permukaan kotor dapat berpindah ke spons lalu menempel pada piring, gelas, maupun peralatan makan.
Sejumlah ahli bahkan menyarankan penggunaan sikat cuci piring sebagai alternatif, karena lebih cepat kering dan cenderung mengandung lebih sedikit bakteri dibandingkan spons.
Sekarang, coba lihat spons cuci piring di rumah kamu. Kapan terakhir kali kamu menggantinya?
Baca juga: Mantra: Masakan Nusantara, Selebrasi Rasa dari Kearifan Lokal Indonesia