Champer Van, Gaya Baru Berlibur di Rancaupas, Digemari Keluarga
Salah satu yang belakangan sedang digemari adalah champer van, yang kini kerap juga diterjemahkan sebagai berkemah di samping mobil.
Editor:
cecep burdansyah
"Memang kebagian hujan melulu, tapi alhamdulillah saat mau main, hujan berenti, jadi bisa main," ujarnya. "Saat hujan, kita tetap bisa main di tenda," lanjut Ayu sambil tersenyum
Ayu juga mengaku tenang berwisata di Rancaupas karena pengelola menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
"Berlibur di Rancaupas ini kondusif karena penerapan prokes dari timnya juga sudah oke, terus warganya juga sudah pada aware pada prokes," ujarnya.
Untuk wisatawan yang ingin berkemah tapi tak mau membayar sewa di kaveling champer van, bisa juga mendirikan tenda di dekat parkiran sehingga tetap merasakan sensasinya karena jarak antara mobil dan tenda tak terlalu jauh.
Namun, karena lokasinya tak berada di kaveling champer van, mereka tak mendapatkan fasilitas kayu bakar, stop kontak listrik, atau keran air.
Meski demikian, mereka juga tak perlu khawatir karena di kokasi ini juga banyak warung makanan yang buka 24 jam.
Kayu bakar, mereka bisa langsung membeli di sana, sekalian ikut mengisi daya ponsel jika memang perlu.
Jika kebelet pipis atau buang hajat, ada sejumlah toilet umum yang bersih yang bisa setiap saat dipergunakan.
Pengelola Rancaupas, Riki Setiadi, mengatakan kaveling champer van belakangan memang banyak diminati karena kepraktisannya.
"Umumnya mereka yang berkemah dengan keluarga memilih champer van. Tapi, ada juga yang berkemah di area yang lebih dalam, biasanya mahasiswa," katanya.
Setiap hari, ujar Ricky, Rancaupas dikunjungi sekitar 300-an wisatawan.
"Namun, pada weekend biasanya naik jadi seribuan wisatawan, sementara pada long weekend seperti sekarang, pengunjungnya bisa 1.500-an," ujarnya.
Riki mengakui, cuaca hari-hari ini memang kurang mendukung karena kerap turun hujan.
"Tapi masih banyak wisatawan yang berkemah. Bahkan pengunjung lebih banyak yang berkemah dibanding kunjungan harian," katanya.
Untuk masuk ke Rancaupas, pengunjung dikenai tiket Rp 25 ribu per orang, ditambah Rp 15 ribu jika ingin berkemah. Namun, mereka yang berkemah di kaveling champer van dapat bebas tiket masuk untuk dua pesertanya. Peserta lainnya tetap wajib bayar.