Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Lifestyle
LIVE ●

Mengenal Gejala dan Penyebab Test Anxiety Disorder, Rasa Cemas Berlebihan saat Hadapi Ujian

Rasa cemas, takut, dan gugup sering kali muncul saat menghadapi ujian. Namun jika kecemasan tersebut berlebihan waspadai Test Anxiety Disorder.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Mengenal Gejala dan Penyebab Test Anxiety Disorder, Rasa Cemas Berlebihan saat Hadapi Ujian
HandOut/Istimewa
Ilustrasi.Mengenal Gejala dan Penyebab Test Anxiety Disorder, Rasa Cemas Berlebihan saat Hadapi Ujian 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Rasa cemas, takut, dan gugup sering kali muncul saat menghadapi ujian. Namun jika kecemasan tersebut berlebihan waspadai Test Anxiety Disorder.

Kondisi tersebut bisa menjadi lingkaran setan jika tidak diatasi dengan baik.

Psikolog dari UGM, Sutarimah Ampuni, S.Psi., M.Si., menjelaskan, setiap orang pasti memiliki rasa cemas saat menghadapi ujian.

Baca juga: Cerita ke Hakim, Jerinx Ungkit Permainan Psikologi Adam Deni, Sang Istri Sampai Berniat Akhiri Hidup

Baca juga: Penjelasan Psikologi soal Duck Syndrome, Kondisi Pura-pura Bahagia Padahal Tertekan

“Jadi test anxiety disorder itu merupakan gangguan saat level cemas sangat tinggi di tengah situasi menghadapi ujian. Ujian tidak hanya seperti ujian sekolah atau masuk perguruan tinggi saja namun saat menghadapi penilaian ketika bekerja atau akan tampil,” tuturnya dikutip dari laman UGM, Kamis (10/3/2022).

Ia mengatakan orang yang mengalami test anxiety disorder akan merasa kecemasan yang sangat luar biasa saat akan menghadapai penilaian.

Gejalanya mulai dari yang ringan hingga berat. Namun, secara umum gejala (simtom) gangguan kecemasan menghadapi ujian ini dikelompokkan menjadi tiga yakni gejala fisik, gejala kognitif dan perilaku, serta gejala emosional.

Rekomendasi Untuk Anda

Gejala fisik antara lain berkeringat, gemetar, jantung berdetak cepat/berdebar, mual, perut tidak nyaman, badan menjadi dingin atau panas, bahkan pingsan.

Lalu gejala perilaku dan kognitif meliputi sulit konsentrasi, sulit berpikir, sering lupa, meragukan kemampuan atau berpikir buruk akan diri sendiri.

Sementara itu, gejala emosional diantaranya perasaan tidak berharga, putus asa, tidak berdaya, marah, bahkan ingin melukai diri sendiri.

Ilustrasi
Ilustrasi (freepik/jcomp)

Penyebab

Dosen Fakultas Psikologi UGM ini memaparkan ada dua penyebab test anxiety disorder.

Pertama, penyebab biologis dimana secara biologis terdapat orang-orang yang secara genetis mempunyai kecenderungan untuk merasa cemas dan memiliki kemungkinan diturunkan.

ilustrasi takut
ilustrasi takut (mamamia.com.au)

“Sebenarnya semua orang saat berada di situasi menantang ada hormon yang dikeluarkan yani adrenalin. Adrenalin ini meningkat saat berkompetisi yang berguna untuk memacu tampil maksimal, tetapi pada orang tertentu justru adrenalin yang muncul berlebihan sehingga menimbulkan cemas berlebih,” imbuhnya.

Kedua, penyebab kognitif. Kecemasan berlebih yang muncul karena pemikiran yang timbul dari pengalaman atau perjalanan hidup seseorang membuat mudah berfikir negatif akan diri sendiri maupun takut gagal.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas