Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Lifestyle
LIVE ●

Manfaat Puasa Syawal 6 Hari Dilengkapi Bacaan Niat dalam Tulisan Arab, Latin, dan Terjemahannya

Berikut manfaat puasa Syawal 6 hari lengkap dengan bacaan niat dalam tulisan Arab, latin dan terjemahannya.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Inza Maliana
zoom-in Manfaat Puasa Syawal 6 Hari Dilengkapi Bacaan Niat dalam Tulisan Arab, Latin, dan Terjemahannya
Handover/ Tribun Timur
Puasa Syawal. Berikut manfaat puasa Syawal 6 hari lengkap dengan bacaan niat dalam tulisan Arab, latin dan terjemahannya. 

TRIBUNNEWS.COM - Berikut manfaat puasa Syawal 6 hari lengkap dengan bacaan niat dalam tulisan Arab, latin, dan terjemahannya.

Puasa Syawal merupakan puasa sunnah yang dikerjakan 6 hari setelah bulan Ramadhan pada bulan Syawal.

Pahala yang akan didapatkan dari puasa Syawal adalah setara dengan puasa selama setahun.

Hal tersebut sesuai dengan Hadits Nabi Muhammad SAW yang dikutip dari sumsel.kemenag.go.id:

“Barang siapa berpuasa penuh di bulan Ramadhan lalu menyambungnya dengan (puasa) enam hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti ia berpuasa selama satu tahun.” (HR Muslim).

Adapun puasa Syawal dapat dilaksanakan mulai dari 2 Syawal.

Baca juga: Keutamaan Puasa Syawal 6 Hari, Bisa Menjadi Perisai Api Neraka hingga Penghapus Dosa

Baca juga: Niat Puasa Syawal, Di Amalkan Selama 6 Hari di Setelah Bulan Ramadan

Manfaat Puasa Syawal

Rekomendasi Untuk Anda

Berikut beberapa manfaat Puasa Syawal yang dikutip dari sumsel.kemenag.go.id:

1. Puasa enam hari di bulan Syawal setelah Ramadhan, merupakan pelengkap dan penyempurna pahala dari puasa setahun penuh.

2. Puasa Syawal dan Sya’ban bagaikan shalat sunnah rawatib, berfungsi sebagai penyempurna dari kekurangan.

Karena pada hari kiamat nanti perbuatan-perbuatan fardhu akan disempurnakan (dilengkapi) dengan perbuatan-perbuatan sunnah.

3. Dengan puasa enam hari pada bulan Syawal di antara ciri puasa Ramadhannya diterima oleh Allah.

karena apabila Allah menerima amal ibadah seseorang, Allah akan memudahkan orang tersebut untuk melakukan amal shaleh lainnya.

Para ulama berkata “Pahala amal kebaikan adalah kebaikan yang ada sesudahnya.”

Oleh karena itu, barang siapa yang mengerjakan kebaikan kemudian melanjutkannya dengan kebaikan lain, maka hal itu merupakan tanda atas terkabulnya amal perbuatan pertama.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas