Tribun Lifestyle

Ketahui 2 Faktor Penyebab Gangguan Kesehatan Mental dan Cara Menanganinya 

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membuat seseorang kuat dan sehat secara mental.

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
zoom-in Ketahui 2 Faktor Penyebab Gangguan Kesehatan Mental dan Cara Menanganinya 
freepik
Ilustrasi isu kesehatan mental 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setidaknya ada dua faktor penyebab gangguan kesehatan mental.

Pertama dari aspek biologis, yaitu aktivitas yang terjadi di dalam otak dan hormon. Sedangkan yang kedua adalah faktor dari lingkungan. 

Lingkungan bisa saja berasal dari pekerjaan, pendidikan dan keluarga. Hal ini diungkapkan oleh Psikolog Klinis dan Peneliti Relasi Interpersonal Pingkan Rumondor, M.Psi.

Menurut Pingkan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membuat seseorang kuat dan sehat secara mental.

Pertama, perlu mengenali dan mengekspresikan emosi. Kedua belajar mengelola emosi

"Kenapa ya dadaku bergejolak, kok tegang. Nah ini namanya marah atau emosi. Setelah kita tahu dan mengenal, mulailah belajar mengelola emosi," ungkapnya pada konferensi pers kampanye #SpeakUpforLove Closeu di Jakarta, Rabu (10/8/2022).

Baca juga: Bermanfaat bagi Kesehatan Mental, Catur Terbukti Mencegah Perkembangan Gejala Demensia

Cara ketiga adalah mengelola emosi. Jika sedang marah, apa yang harus dilakukan.

Dahulu, kita mungkin diajarkan untuk diam saat marah. Atau melampiaskannya dengan marah-marah juga. 

Padahal, kata Pingkan ada cara lain yang bisa dilakukan, yaitu coba untuk menerima rasa marah, tarik nafas, berhenti sebentar, kemudian bertanya pada diri sendiri. Sebenarnya apa yang membuat kita marah. 

"Di bawah marah adakah perasaan lain seperti sedih, kecewa, atau sesuatu uang ingin diinginkan tapi tidak terwujud," kata Pingkan lagi. 

Lalu yang ketiga adalah belajar mengungkapkan apa yang dibutuhkan.

Menurut Pingkan, jika ketiga hal ini dilatih sejak kecil, maka akan membantu setiap orang setelah dewasa. 

"Nanti pun ketika sudah berkeluarga, pasangan membuat marah, kita tidak langsung meledak. Kita reda dulu. Kalau sudah reda, baru omongin. Mengenali, mengelola dan akhirnya bisa mengekspresikan kebutuhan," tutupnya.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas