Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Lifestyle
LIVE ●

Amalan Sunah saat Buka Puasa Ramadhan Menurut Ajaran Rasulullah SAW

Simak amalan sunah saat buka puasa Ramadhan menurut ajaran Rasulullah SAW, Menyegerakan Berbuka Puasa, berbuka dengan kurma, dan membaca doa sebelum.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Amalan Sunah saat Buka Puasa Ramadhan Menurut Ajaran Rasulullah SAW
geo.tv
ILUSTRASI buka puasa - Simak amalan sunah saat buka puasa Ramadhan menurut ajaran Rasulullah SAW, Menyegerakan Berbuka Puasa, berbuka dengan kurma, dan membaca doa sebelum. 

"Dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW: “Ada tiga orang yang tidak akan tertolak doanya, yaitu: seorang yang puasa ketika sedang berbuka, seorang imam yang adil, dan do’a seorang yang terzholimi.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban).

Di Bulan Ramadhan umat muslim diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa sebulan penuh.

Dasar kewajiban menjalankan puasa di bulan Ramadhan 2023, terdapat dalam Surat Al Baqarah ayat 183 hingga 187.

Untuk lebih memperdalam dasar kewajiban berpuasa di Bulan Ramadhan 2023, alangkah baiknya jika menyimak 3 ayat dalam Surat Al Baqarah, dilansir dari quran.kemenag.go.id, berikut ini.

3 Ayat Tentang Puasa di Bulan Ramadhan

1. Surat Al Baqarah ayat 183

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Rekomendasi Untuk Anda

Yā ayyuhal-lażīna āmanū kutiba ‘alaikumuṣ-ṣiyāmu kamā kutiba ‘alal-lażīna min qablikum la‘allakum tattaqūn(a).

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."

Mengutip dari laman IAIN Kediri, Qur’an Surat Al Baqarah ayat 183 inilah yang menjadi dasar bagi umat muslim dalam menjalankan ibadah puasa.

Allah menyampaikan bahwa puasa merupakan ibadah yang bersifat wajib.

Maka semua orang Islam berkewajiban melaksanakan ibadah puasa.

2. Surat Al Baqarah ayat 184

اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗوَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗوَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Ayyāmam ma‘dūdāt(in), faman kāna minkum marīḍan au ‘alā safarin fa ‘iddatum min ayyāmin ukhar(a), wa ‘alal-lażīna yuṭīqūnahū fidyatun ṭa‘āmu miskīn(in), faman taṭawwa‘a khairan fahuwa khairul lah(ū), wa an taṣūmū khairul lakum in kuntum ta‘lamūn(a).

Artinya: "(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan,51) itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas