Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Lifestyle
LIVE ●

Makna dan Hikmah Puasa Ramadhan sebagai Panduan Umat Islam dalam Beribadah

Inilah makna dan hikmah puasa Ramadhan sebagai panduan Umat Islam dalam beribadah, ibadah kepada Allah ta’ala yang disertai niat hingga keutamaanya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Makna dan Hikmah Puasa Ramadhan sebagai Panduan Umat Islam dalam Beribadah
kolase Tribun Video
ilustrasi puasa ramadhan - Inilah makna dan hikmah puasa Ramadhan sebagai panduan Umat Islam dalam beribadah, ibadah kepada Allah ta’ala yang disertai niat hingga keutamaanya. 

TRIBUNNEWS.COM - Berikut makna dan hikmah puasa Ramadhan sebagai panduan Umat Islam dalam beribadah.

Puasa Ramadhan adalah salah satu rukun Islam dan hukumnya wajib berdasarkan dalil Al-Qur’an, As-Sunnah dan ijma’ atau kesepakatan seluruh ulama.

Diwajibkan kepada seluruh orang Islam yang beriman untuk melaksanakan ibadah puasa pada bulan Ramadhan dengan tujuan agar menjadi orang-orang yang bertakwa.

Seperti dinyatakan pada Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 183 yang artinya “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Lantas apakah makna dan hikmah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan?

Simak makna dan hikmah puasa Ramadhan mengutip dari laman Provinsi Sumbar berikut ini.

Baca juga: Hal-hal yang Harus Dihindari saat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan

Makna Puasa Ramadhan

Rekomendasi Untuk Anda

Puasa (الصوم) maknanya secara bahasa adalah menahan (الإمساك).

Adapun makna puasa secara istilah yaitu:

هو التعبد لله تعالى بالإمساك بنية: عن الأكل، والشرب، وسائر المفطرات، من طلوع الفجر الثاني إلى غروب الشمس، من شخص مخصوص، بشروط مخصوصة

“Ibadah kepada Allah ta’ala yang disertai niat, dengan menahan diri dari makan, minum dan seluruh pembatal puasa, sejak terbit fajar kedua sampai terbenam matahari, yang dilakukan oleh orang yang tertentu dengan syarat-syarat yang tertentu.” [Ash-Shiyaamu fil Islam, hal. 8]

Pertama, Puasa adalah ibadah kepada Allah ta’ala yang disertai niat.

Yaitu niat karena Allah ta’ala dan niat jenis puasanya, apakah wajib, sunnah, dan lain-lain.

Makna kedua yaitu menahan diri dari makan, minum dan seluruh pembatal puasa.

Yaitu tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa Ramadhan.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas