Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Lifestyle
LIVE ●

Apa Itu Hari Tasyrik? Tiga Hari Setelah Hari Raya Idul Adha, Umat Islam Dilarang Berpuasa

Berikut ini penjelasan mengenai hari Tasyrik yang mana jatuh pada tiga hari setelah lebaran Idul Adha, yakni 11, 12, 13 Dzulhijjah, dilarang berpuasa.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Pondra Puger Tetuko
zoom-in Apa Itu Hari Tasyrik? Tiga Hari Setelah Hari Raya Idul Adha, Umat Islam Dilarang Berpuasa
Tribun Pontianak
Hari Tasyrik -Berikut ini penjelasan mengenai hari Tasyrik yang mana jatuh pada tiga hari setelah lebaran Idul Adha, yakni 11, 12, 13 Dzulhijjah, dilarang berpuasa. 

TRIBUNNEWS.COM - Berikut ini penjelasan mengenai hari Tasyrik, yang merupakan tiga hari setelah hari raya Idul Adha.

Hari Raya Idul Adha diperingati setiap tanggal 10 Dzulhijjah atau Zulhijah, sehingga hari Tasyrik adalah tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah.

Bagi umat Islam, dianjurkan untuk memperbanyak zikir, takbir, berdoa, dan bertahlil pada hari Tasyrik.

Umat Islam di Indonesia yang melaksanakan Idul Adha sesuai keputusan pemerintah, maka hari Tasyrik adalah tanggal 30 Juni, 1 Juli, dan 2 Juli 2023.

Baca juga: Kapan Hari Tasyrik yang Dilarang Berpuasa? Berikut Jadwalnya versi Muhammadiyah, NU, dan Pemerintah

Lantas, apa itu hari Tasyrik?

Hari Tasyrik

Tasyrik atau Tasyriq dalam bahasa Arab merupakan pola kata dari 'Syarraqa' yang memiliki arti 'matahari terbit atau menjemur sesuatu'.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, Tasyrik juga diartikan dengan penghadapan ke arah timur (arah sinar matahari).

Dilansir laman Kementerian Agama NTB, adapun alasan dinamakan Tasyrik ini karena pada hari-hari tersebut (11, 12, 13 Dzulhijjah) banyak daging kurban didendeng atau dipanaskan di bawah terik matahari.

Pada hari Tasyrik ini daging kurban akan dimasak dan dimakan oleh seluruh umat Islam.

Diketahui, pada hari Tasyrik ini umat Islam disunnahkan untuk mengumandangkan takbir mutlak setelah melaksanakan sholat fardhu.

Dalam madzhab Syafi’i, takbir mutlak yang juga disebut takbir mursal ini baru dimulai sejak terbenamnya matahari pada 9 Arafah atau tepat di maghrib malam hari raya Idul Adha.

Baca juga: Kapan Hari Tasyrik usai Idul Adha 1444 H/2023? Dilarang Puasa, Berikut Amalan yang Dapat Dilakukan

Adapun yang mengatakan bahwa permulaan takbir mutlak adalah sejak fajar shidiq hari Arafah.

Sementara itu, waktu akhir dari takbir mutlak ini adalah sebelum maghrib tanggal 13 Dzulhijjah.

Pada hari Tasyrik ini, para jamaah yang menunaikan haji sedang berada di Mina untuk melempar jumrah.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas