Kuri, Makanan Elegan Jepang yang Enak Tapi Banyak yang Belum Tahu
Bagi masyarakat Jepang, chesnut merupakan makanan elegan dan kini diupayakan untuk diekspor ke Asia oleh Prefektur Ibaraki.
Editor:
Choirul Arifin
Selain itu, pohon kastanye besar digunakan untuk bangunan ritual yang digali di tengah reruntuhan desa.
Diperkirakan bahwa rasa syukur dan hormat terhadap pohon kastanye, yang menyediakan sumber makanan yang stabil bagi masyarakat, lambat laun menjadi objek pemujaan.
Keyakinan bahwa kastanye adalah sesuatu yang sakral akhirnya berkembang menjadi sebuah tren di mana pohon kastanye digunakan sebagai barang ritual, dijadikan persembahan, dimasak pada acara tahunan penting, dan dimakan untuk mengusir roh jahat, dan di mana kastanye dikaitkan dengan keberuntungan.
Selama periode Sengoku, komandan militer pada periode Sengoku memperhatikan nilai gizi dari makanan yang diawetkan "Kachiguri'' dan keberuntungan yang membawa pada kemenangan.
Mereka mendorong budidaya Kuri dan memberikannya kepada tentara yang berangkat ke sana dan digunakan untuk meningkatkan moral.
Baca juga: Budidaya Rami Cegah Deforestasi dan Raup Keuntungan Besar
Bahkan saat ini, kebiasaan memakan chestnut selama acara dan festival musiman untuk membawa keberuntungan masih tetap ada, dan chestnut adalah buah familiar yang telah terhubung erat dengan kehidupan kita sejak awal mula umat manusia hingga saat ini.
Hubungan erat antara chestnut dan manusia terungkap melalui penggalian Reruntuhan Sannai Maruyama adalah sisa-sisa pemukiman terbesar di Jepang yang merupakan tempat tinggal masyarakat Jomon dalam jangka waktu yang lama.
Banyak hal telah ditemukan melalui penggalian sejak ditemukan pada zaman Edo.
Berdasarkan hasil penggalian analisis serbuk sari, hutan ek dan beech yang ada sebelum pemukiman dengan cepat berubah menjadi hutan kastanye setelah pemukiman dimulai.
Baca juga: Kelompok Pembudidaya di Yogyakarta Raup Miliaran Rupiah dari Budidaya Lele dan Cacing Sutera
Hal ini menunjukkan bahwa hutan kastanye diciptakan oleh manusia. Selain itu, ditemukan sejumlah besar kulit dan biji kastanye yang dibuang, yang menunjukkan bahwa kastanye merupakan sumber makanan penting.
Selain itu, digunakan dalam jumlah besar sebagai pilar bangunan, peralatan, dan bahan bakar, dan bangunan terbesar dan paling simbolis di dalam reruntuhan dibangun dari pohon kastanye raksasa yang berdiameter sekitar 1 meter.
Sudah jelas bahwa chestnut adalah tanaman penting bagi masyarakat Sannai Maruyama saat itu.
Sementara itu bagi para pecinta Jepang dapat bergabung gratis ke dalam whatsapp group Pecinta Jepang dengan mengirimkan email ke: info@sekolah.biz Subject: WAG Pecinta Jepang. Tuliskan Nama dan alamat serta nomor whatsappnya.